Lowongan Kerja LSM NGO

Senin, 13 Juli 2026

[newdevjobsindo] Job Vacancy of Swisscontact Indonesia - Senior Program Officer - Private Sector Engagement & Business Development

Senior Program Officer – Private Sector Engagement & Business Development

Skills for Competitiveness (S4C) & Sustainable Tourism Education Development (STED) – two projects under the Swiss Skills for Competitiveness Programme (SS4C)

 

Duty station: Bali (frequent travel to other project locations). Contract: Fixed-term employment contract (annual basis).

 

About Swisscontact

Swisscontact is an international development organisation established in 1959 by representatives of the Swiss private sector and civil society. We foster inclusive economic development by strengthening skills, fostering private sector-led enterprise development, and advancing sustainable, climate-resilient growth. Through our work in developing and emerging economies, we aim to create opportunities for individuals and businesses to grow, innovate and succeed, contributing to more equitable and prosperous communities.

In Indonesia, Swisscontact has been active for more than five decades, implementing projects that foster skills development, entrepreneurship and value chains strengthening for sustainable growth in diverse sectors such as agriculture, tourism, green economy, manufacturing and export-oriented industries. Swisscontact is a trusted partner to government institutions, industry actors and development partners.

About Swiss Skills for Competitiveness (SS4C)

The Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) programme is a Swiss‑funded initiative implemented by Swisscontact to support Indonesia’s economic development by strengthening the relevance and quality of skills in line with private sector needs. As one of Swisscontact flagship programs, SS4C works with a wide range of actors across the skills ecosystem, including public vocational institutions, government bodies, service providers, business associations, and companies in key economic sectors such as manufacturing, food processing and tourism.

Following its Mid‑Term Evaluation, SS4C has sharpened its focus on private sector competitiveness, systemic change, and sustainability. The programme increasingly positions skills development as a lever for business performance, adopts a facilitative role, and supports locally owned, market‑based solutions. This requires deeper private sector engagement, stronger public–private collaboration, and adaptive, partnership‑driven ways of working.

 

About the Role

To support SS4C’s strategic direction, Swisscontact is seeking a Senior Program Officer – Private Sector Engagement and Business Development, based in Bali, with primarily serving the tourism sector.


Purpose of the Role

The Senior Program Officer supports SS4C’s strategic pivot towards private sector competitiveness by building and managing effective partnerships with companies, business associations, and service providers. The role identifies business needs and incentives, and facilitates market-oriented, scalable, and sustainable solutions that strengthen workforce readiness and enterprise performance.

 

Key Responsibilities

  • Identify opportunities within tourism sector in Bali and Lombok region where skills and HR-related solutions can improve productivity, workforce readiness, and business competitiveness.
  • Build new partnerships and strengthen existing ones to achieve systemic impact, sustainability, and locally owned solutions.
  • Co-design and manage partnership and service models (including pilots) with potential partners to scale beyond the programme period.
  • Contribute to the design and delivery of private sector–related interventions aligned with SS4C’s systems-focused strategy.
  • Facilitate collaboration between companies, business associations, intermediary institutions, and education/training providers, including co-investment and innovative financing models where feasible.
  • Support learning and evidence generation (case documentation, data collection, and reporting) that demonstrates value creation for partners and long-term sustainability.
  • Provide market insights from private sector partners to inform adaptive programme planning and decision-making.

 

 

Qualifications

  • Bachelor’s degree in Business, Human Resource Development, Economics, International Development, or a related field (Master’s is an asset).
  • Approximately 7-10 years of relevant experience in in business development, human resource development, private sector partnerships, business or human resource advisory, or market facilitation roles.
  • Experience in engaging, developing and managing partnership with private sector actors (companies, associations, service providers).
  • Experience or exposure to skills development, human resource development, MSMEs, or economic competitiveness in the tourism and hospitality sector is an asset.
  • Strong commercial mindset with the ability to assess business opportunities, human resource development needs, risks, and scalability.
  • Strong interpersonal, negotiation, and facilitation skills.
  • Excellent communication skills in Bahasa Indonesia and working proficiency in English (written and spoken).
  • Comfortable working in complex, evolving, and ambiguous environments.

 

How to Apply

Please submit (1) a cover letter describing your suitability for the role and your earliest availability, and (2) a CV (maximum 3 pages), through email at recruitment.indonesia@swisscontact.org latest by 24 July 2026.

Applications will be reviewed on a rolling basis. Only shortlisted candidates will be contacted.

[newdevjobsindo] ADRA Indonesia: Community Mobilizer Project CGCL/HIJAU

Posisi           : Community Mobilization (Combil)

Jumlah         : 1 orang

Durasi          : Agustus-Desember 2026 (dengan kemungkinan perpanjangan)

Lokasi          : Marawola Barat, Sigi- Sulawesi Tengah

 

Proyek: HIJAU/CGCL (Creating carbong sink and Green Community Livelihoods throught Regenerative Forest and Agroforestry Management in Sigi-Central Sulawesi )

Didanai oleh: BMZ dan ADRA Jerman
Melapor kepada: Proyek Manajer (PM)

 

Latar Belakang Organisasi dan Proyek:

ADRA Indonesia – Adventist Development and Relief Agency merupakan lembaga kemanusiaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang berkomitmen untuk melayani umat manusia agar semua orang dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Melalui kemitraan dengan masyarakat, organisasi, dan pemerintah, serta dengan fokus yang kuat pada upaya pengembangan dan bantuan, ADRA Indonesia beroperasi di seluruh negeri untuk memberdayakan masyarakat, membangun ketahanan, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan, tanpa memandang suku, afiliasi politik, atau asosiasi agama. ADRA Indonesia merupakan bagian dari jaringan ADRA global, yang hadir di sekitar 125 negara, dengan fokus pada bidang-bidang utama seperti Tanggap Darurat, Pemulihan Darurat, Mata Pencaharian, Pembangunan Ekonomi, Tempat Tinggal, Pendidikan Dasar, Kesehatan Primer, dan Pengurangan Risiko Bencana. ADRA mengakui martabat yang melekat pada setiap orang dan berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, terutama bagi mereka yang paling rentan.

Salah satu inisiatif utama ADRA Indonesia adalah Proyek Hijau/CGCL yang berlokasi di Kecamatan Marawola , Sulawesi Tengah, bertujuan untuk meningkatkan mata pencaharian keluarga petani masyarakat adat sambil mengatasi deforestasi dan melindungi keanekaragaman hayati di Marawola Barat melalui mata pencaharian yang berkelanjutan. Proyek ini berfokus pada pemulihan dan pengelolaan lahan kritis menggunakan solusi berbasis alam, kehutanan yang tahan iklim, dan pembentukan penyerap karbon. Proyek ini menyediakan pelatihan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan memperkuat kapasitas lokal. Selain itu, proyek ini membahas rehabilitasi lahan hutan yang terdegradasi di 12 desa, mendukung perolehan izin untuk kehutanan desa, sosial, dan adat, dan memfasilitasi akses ke sumber daya pemerintah untuk penghijauan, perlindungan hutan, dan pengelolaan yang berkelanjutan. Proyek ini juga berupaya untuk meningkatkan akses pasar untuk pertanian regeneratif dan produk agroforestri serta memperkenalkan kredit karbon dan Sistem Kompensasi Emisi Nasional di Marawola Barat. Dengan bekerja sama erat dengan para pemimpin lokal dan masyarakat Adat, proyek ini bertujuan untuk mendorong pembangunan jangka panjang yang selaras dengan nilai-nilai dan tradisi masyarakat Adat sambil mempromosikan kesetaraan gender dan inklusi sosial.

Ringkasan Posisi

Mobilisator Komunitas (Community Mobilizer/Combil) berperan penting dalam membantu teknisi proyek untuk memberikan pelatihan, memfasilitasi Diskusi Kelompok Terarah (FGD), dan menyelenggarakan rapat. Peran ini termasuk mendukung kelompok kehutanan (KTH) dalam menjalankan rencana kerja terutama kegiatan rehabilitasi lahan, mendorong upaya desa dalam memperoleh izin Perhutanan Sosial (PS) serta mendukung BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dan rencana bisnis mereka. Combil juga akan mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat terkait Carbon  dan isu lainnya terkait proyek, Combil akan secara teratur menghadiri rapat kelompok kehutanan, memberikan konsultasi tentang pembukuan, simpan pinjam, dan mendukung Petugas GESI & MEAL dalam pengumpulan data.

 

Tugas dan Tanggung Jawab Utama:

 

Tugas dan tanggung jawab utama meliputi, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal berikut:

 

·       Membantu teknisi proyek dalam memberikan sesi pelatihan kepada masyarakat lokal dan kelompok kehutanan, dengan fokus pada praktik pertanian dan wanatani, perencanaan bisnis, dan pembangunan berkelanjutan.

·       Mengatur dan memfasilitasi Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dan pertemuan untuk keterlibatan dan umpan balik masyarakat.

·       Mendukung kelompok kehutanan dalam pelaksanaan BUMDES dan rencana bisnis mereka, memberikan panduan tentang pembukuan, pengelolaan tabungan, dan pinjaman.

·       Menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam pertemuan rutin kelompok kehutanan, dan memberikan konsultasi dan dukungan untuk meningkatkan efektivitas operasional mereka.

  • Membantu mengidentifikasi tantangan di pertanian dan menyarankan inovasi untuk meningkatkan sistem dan praktik pertanian.

·       Mendukung GEDSI & MEAL Officer untuk membantu pengumpulan data, memastikan informasi yang akurat dan komprehensif dikumpulkan untuk tujuan pemantauan dan evaluasi.

·       Membangun hubungan yang kuat dengan anggota masyarakat dan pemangku kepentingan lokal untuk mempromosikan tujuan proyek dan memastikan partisipasi aktif.

  • Membantu teknisi proyek dengan kunjungan lapangan untuk memantau dan mendukung penerapan teknik pertanian baru oleh petani kecil.
  • Melakukan kegiatan lain yang terkait proyek sesuai arahan Projek Manager

Kualifikasi

·       Gelar Sarjana dalam Ilmu Sosial, Studi Pembangunan, Pengembangan Masyarakat, atau bidang terkait.

  • Minimal 3 tahun pengalaman dalam mobilisasi masyarakat atau peran terkait, dengan rekam jejak yang terbukti bekerja dengan masyarakat lokal.
  • Pengalaman dalam melakukan kerja lapangan dan bekerja secara langsung dengan masyarakat adat atau masyarakat pedesaan.

·       Memahami konteks BUMDES, kelompok kehutanan, dan upaya pengembangan masyarakat.

  • Pengetahuan tentang praktik pertanian berkelanjutan, isu carbon, termasuk pertanian organik, pengelolaan tanah, dan agroforestri
  • Memahami konsep Perhutanan Sosial dan GEDSI
  • Kepekaan terhadap perbedaan budaya dan pemahaman masalah etika.
  • Mampu bekerja secara mandiri dan dalam tim.
  • Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan berbagai kelompok dan pemangku kepentingan.
  • Kandidat yang berdomisili dan/atau berasal dari wilayah Proyek dan kabupaten/kota sekitarnya akan diutamakan.
  • Kemampuan mengendarai sepeda motor di daerah dengan akses yang sulit.

Kami Menawarkan:

  • Kesempatan untuk membuat dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat yang rentan.
  • Paket gaji dan tunjangan yang kompetitif.

·       Adanya potensi kontrak lanjutan untuk mencakup pelaksanaan proyek selama tiga tahun. Setiap kontrak lanjutan akan didasarkan pada kinerja yang memuaskan dan kesepakatan bersama.

Proses Aplikasi:

Jika Anda adalah individu yang bermotivasi tinggi dengan keinginan kuat untuk melayani orang lain, silakan kirimkan surat lamaran dan riwayat hidup terperinci dalam bahasa Inggris ke email: hrd@adraindonesia.org paling lambat 17 Juli 2026.

Semua lamaran akan dirahasiakan. Hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi dan diundang untuk wawancara. ADRA Indonesia adalah organisasi yang memberikan kesempatan yang sama, dan mendorong individu yang memenuhi syarat tanpa memandang ras, jenis kelamin, agama, atau latar belakang untuk mengisi posisi tersebut.

Pemeriksaan pra-kerja akan dilakukan sesuai dengan kebijakan Perlindungan dan Pengamanan ADRA Indonesia dari Pelecehan Seksual, Eksploitasi, Kekerasan, dan Kekerasan terhadap Anak (PSHEA). Kami berupaya menciptakan lingkungan tempat kerja yang beragam dan menjunjung tinggi kesetaraan kesempatan. Diskriminasi dalam bentuk apa pun tidak ditoleransi. Budaya organisasi kami mempromosikan kesetaraan dan inklusi gender, mendukung staf dalam mengadopsi praktik yang baik dan sikap positif terhadap prinsip-prinsip ini.

 


[newdevjobsindo] RFQ Transformation BPBD Ready to Standby 2026

Dear All,

We are currently seeking a qualified organisation with demonstrated expertise to undertake Technical Assistance for the Transformation of BPBD Institutional Strengthening and the Development of Financing Policy alternatives to Support the Acceleration of MSS-DM Implementation.

If your organisation has the relevant qualifications and experience to carry out this assignment, we kindly invite you to submit a proposal in accordance with the instructions outlined in the attached Request for Quotation (RFQ).

Thank you for your interest. We look forward to receiving your proposal.

Regards,

SIAP SIAGA Procurement Team

Minggu, 12 Juli 2026

[newdevjobsindo] Lowongan Kerja NLR Indonesia : Safeguarding Officer (SO)

SAFEGUARDING OFFICER (SO)

NLR Indonesia

 

 

Tentang NLR Indonesia

 

NLR Indonesia adalah organisasi nirlaba nasional, anggota Aliansi NLR, yang berkomitmen mewujudkan Indonesia bebas ku sta dan konsekuensinya. Kami mendorong inklusi serta partisipasi aktif Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dan penyandang disabilitas dalam pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

 

Hingga kini, Indonesia menempati urutan ketiga jumlah kasus kusta terbanyak di dunia (setelah India dan Brasil), tanpa penurunan signifikan selama 16 tahun terakhir. Padahal, kusta adalah penyakit menular yang bisa dicegah, namun bila tidak ditangani dapat menyebabkan disabilitas.

 

Sejak tahun 1975, Yayasan NLR Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia untuk mendukung program penanggulangan kusta di 8 provinsi di Indonesia dan 40 Kabupaten/Kota. Selain itu, NLR Indonesia juga aktif mendorong penguatan sistem kesehatan, penanggulangan stigma dan diskriminasi, serta pemberdayaan OYPMK dan penyandang disabilitas melalui kerja sama erat dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas, sektor swasta, dan mitra internasional.

 

Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan pencegahan, perawatan, rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM), dan advokasi kebijakan, NLR Indonesia berupaya memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam pembangunan, termasuk mereka yang hidup dengan kusta maupun disabilitas.

 

Tentang Proyek  BEN–MAPP Indonesia: Effective and Strong Networks for Safeguarding, Disability, Leprosy Inclusion, and the Rights of Children and Youth with Disabilities

 

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mendorong inklusi anak dan remaja penyandang disabilitas (Children and Youth with Disabilities/CYWDs), khususnya di wilayah pedesaan dan daerah kurang terlayani. Walaupun kebijakan nasional sudah ada, kesenjangan implementasi tetap lebar, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, penghidupan, dan partisipasi sosial. Stigma, norma sosial, ketidaksetaraan gender, serta keterbatasan infrastruktur dan anggaran semakin memperburuk situasi, terutama bagi anak dan remaja perempuan dengan disabilitas.

 

Untuk menjawab tantangan ini, NLR Indonesia dengan dukungan Liliane Fonds memprakarsai Building Effective Networks (BEN). Proyek ini berfokus pada penguatan kolaborasi sistemik antar-aktor masyarakat sipil, pemerintah, organisasi penyandang disabilitas (DPO), sektor swasta, media, dan komunitas di tingkat nasional hingga lokal. Penerima manfaat utama BEN adalah anak dan remaja penyandang disabilitas—termasuk mereka yang pernah mengalami kusta—hingga usia 25 tahun, terutama yang hidup dalam kemiskinan.

 

Visi BEN adalah:

"Masa depan di mana setiap anak dan remaja dengan disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta—tanpa memandang gender, usia, atau jenis disabilitas—dapat hidup bermartabat, mencapai potensi penuh, dan sepenuhnya inklusif dalam masyarakat."

 

Untuk mewujudkan visi tersebut, BEN mengembangkan empat strategi utama (Foundational

Strategy):

1.       Kolaborasi Multi-sektoral Inklusif – membangun struktur kolaborasi lintas-aktor yang transparan dan berkesinambungan.

2.       Model Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) yang Holistik – berbasis data dan bukti, untuk mendorong kebijakan inklusif dan dapat direplikasi.

3.       Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi – guna memperluas akses, partisipasi, dan layanan bagi CYWDs.

4.       Penguatan Komunikasi Perubahan Perilaku dan Keterlibatan Komunitas – untuk mengurangi stigma, membangun relasi gender yang setara, dan mempromosikan layanan berbasis hak.

 

Berdasarkan landasan tersebut, Theory of Change mengidentifikasi tujuh jalur perubahan utama yang mendorong transformasi. Jalur-jalur ini merepresentasikan area intervensi kritis yang diperlukan untuk mengatasi hambatan, memajukan inklusi, dan meningkatkan kualitas hidup anak dan remaja dengan disabilitas. Setiap jalur terhubung dengan satu atau lebih domain dalam kerangka RBM, serta menyasar faktor pengungkit perubahan di tingkat individu, komunitas, dan sistem untuk memastikan dampak yang berkelanjutan.

 

Proyek pendukung: 

Body Talk 2.0 – Disability-Inclusive SRHR & SGBV Prevention

“Ensuring Inclusive SRHR and Protection from Violence for Children and Youth with Disabilities”

Nexus Gamalama – Inclusive Climate Action 

“Building Climate Resilience Together with Children and Youth with Disabilities and LeprosyAffected Communities.”  

 

Posisi: Safeguarding Officer Kode: SO Proyek: BEN–MAPP Indonesia: Effective and Strong Networks for Safeguarding, Disability, Leprosy Inclusion, and the Rights of Children and Youth with Disabilities Durasi: 1 Agustus 2026 – 31 Desember 2026 (optional: 31 januari 2027) Lokasi Kerja: Jakarta & area implementasi proyek

 

Latar Belakang Posisi

Safeguarding Officer (SO) bertanggung jawab memimpin, mengoordinasikan, dan memastikan penerapan sistem perlindungan atau safeguarding yang kuat, efektif, inklusif, dan selaras dengan standar donor, kebijakan internal, serta prinsip hak asasi manusia di seluruh implementasi Program BEN–MAPP.

 

Posisi ini memiliki peran strategis dalam memastikan prinsip do no harm, perlindungan anak dan orang muda, pencegahan eksploitasi, kekerasan, pelecehan seksual, serta perlindungan terhadap kelompok rentan diterapkan secara konsisten pada seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga pembelajaran.

 

Safeguarding Officer berfokus pada pencegahan, mitigasi risiko, penguatan kapasitas, mekanisme pelaporan yang aman dan mudah diakses, serta respons awal terhadap isu safeguarding yang melibatkan anak, remaja, perempuan, penyandang disabilitas, dan Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK), melalui pendekatan yang berbasis hak, sensitif gender, berpusat pada korban/penyintas, menjaga kerahasiaan, dan inklusif.

Tugas dan Tanggung Jawab Utama

 

·       Memimpin dan mengoordinasikan penerapan sistem safeguarding di seluruh Program BEN–MAPP dan program relevan lainnya.

·        Mengembangkan, mengimplementasikan, serta meninjau secara berkala kebijakan safeguarding, SOP, asesmen risiko, kode perilaku terkait safeguarding, dan perangkat operasional lainnya sesuai standar donor, kebijakan internal, dan praktik baik internasional.

·        Memastikan prinsip do no harm, perlindungan anak dan orang muda, inklusi disabilitas, kesetaraan gender, serta pendekatan berbasis hak terintegrasi dalam seluruh tahapan program.

·        Membangun, mengelola, dan memantau mekanisme pelaporan safeguarding yang aman, rahasia, mudah diakses, ramah anak, inklusif, dan sensitif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

·       Memberikan dukungan respons awal terhadap laporan atau kekhawatiran safeguarding, termasuk asesmen risiko awal, dokumentasi terbatas, koordinasi internal, dan rujukan kepada layanan atau pihak berwenang sesuai prosedur organisasi.

·       Memberikan penguatan kapasitas melalui pelatihan, pendampingan, coaching, dan pembelajaran berkelanjutan kepada staf, mitra, dan anggota jaringan BEN terkait safeguarding, perlindungan anak, pencegahan SEAH, mekanisme pelaporan, dan prinsip kerahasiaan.

·       Mendampingi mitra dalam menyusun, memperkuat, dan mengimplementasikan rencana penguatan safeguarding berdasarkan hasil self-assessment atau kebutuhan organisasi masing-masing.

·       Melakukan review terhadap dokumen program, ToR kegiatan, materi pelatihan, mekanisme partisipasi, penggunaan foto/video/cerita penerima manfaat, serta proses pelibatan anak dan orang muda agar sesuai dengan prinsip safeguarding.

·        Berkoordinasi dengan tim program, HR, procurement, MEAL, komunikasi, dan manajemen untuk memastikan risiko safeguarding diidentifikasi, dicegah, dan dimitigasi sejak tahap perencanaan kegiatan.

·       Memantau kepatuhan staf, mitra, konsultan, relawan, dan pihak terkait terhadap kebijakan safeguarding, kode perilaku, prinsip kerahasiaan, dan standar perlindungan organisasi.

·       Menyusun catatan pembelajaran, laporan perkembangan, rekomendasi perbaikan, serta dokumentasi yang diperlukan terkait implementasi safeguarding di Program BEN–MAPP.

Kualifikasi dan Persyaratan

·       Pendidikan minimal S1 di bidang Ilmu Sosial, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Hukum, Studi Gender, Pembangunan Internasional, Kesejahteraan Sosial, atau bidang relevan lainnya.

·       Pengalaman minimal 5 tahun dalam isu safeguarding, perlindungan anak, perlindungan orang muda, kesetaraan gender, pencegahan SEAH, inklusi disabilitas, dan/atau program pembangunan berbasis hak.

·       Memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip safeguarding, hak anak dan orang muda, hak penyandang disabilitas, kesetaraan gender, pencegahan kekerasan, serta pendekatan berpusat pada korban/penyintas.

·       Memiliki pengalaman dalam pengembangan atau implementasi kebijakan safeguarding, SOP, asesmen risiko, kode perilaku, mekanisme pelaporan, dan sistem rujukan.

·       Mampu merancang dan memfasilitasi pelatihan serta penguatan kapasitas staf dan mitra dengan pendekatan partisipatif, inklusif, ramah disabilitas, dan sensitif terhadap konteks lokal.

·       Memiliki kemampuan melakukan asesmen risiko safeguarding dalam kegiatan program, kemitraan, rekrutmen, pelibatan komunitas, komunikasi, perjalanan dinas, serta kerja lapangan.

·       Memiliki kemampuan koordinasi lintas pemangku kepentingan, termasuk mitra organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas, penyedia layanan, komunitas, dan institusi terkait.

·       Menjunjung tinggi etika, kerahasiaan, keberpihakan pada korban/penyintas, non-diskriminasi, serta memiliki sensitivitas tinggi terhadap relasi kuasa dan kelompok rentan.

·       Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan.

·       Bersedia melakukan perjalanan dinas ke wilayah program sesuai kebutuhan.

Nilai Tambah

·       Pengalaman bekerja dengan donor internasional dan pemenuhan standar kepatuhan donor.

·       Penyandang disabilitas dan Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) sangat didorong untuk melamar.

·       Seluruh proses rekrutmen menjunjung tinggi prinsip non-diskriminasi dan perlindungan dari segala bentuk pelecehan dan eksploitasi.

 

 

 

Cara Melamar

Surat lamaran dan CV terbaru harap dikirim melalui email: recruitment@nlrindonesia.or.id dengan subject: SO_Nama Lengkap Batas akhir pengiriman tanggal 16 Juli 2026. Hanya calon yang memenuhi syarat yang akan dihubungi untuk proses selanjutnya. 

 

NLR Indonesia menghargai keberagaman & inklusi. Kami mendorong semua kandidat yang memenuhi syarat untuk melamar, tanpa membedakan agama, ras, gender, orientasi seksual, maupun disabilitas. 

www.nlrindonesia.or.id

 

 

 

[newdevjobsindo] KESEMPATAN BERKARIER - PROGRAM OFFICER - PENEMPATAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

Inline image
Inline image
Inline image
Inline image
Inline image
Inline image

Uploaded Image Uploaded Image Uploaded Image Uploaded Image Uploaded Image Uploaded Image

[newdevjobsindo] Fairtrade International and Bina Desa: CONSULTANCY FOR TRAINING OF TRAINERS (TOT) AND CASCADING TRAININGS ON FARMERS' HOUSEHOLD BUSINESS FINANCIAL LITERACY



Rationale 

The project Transitioning Towards Green Resilience: Building Inclusive and Sustainable Agricultural Communities in Indonesia, funded under the EU CSO Thematic Program and being implemented by Fairtrade International and Bina Desa, places gender equity at the heart of its approach to sustainable agricultural development. Aligned with the European Green Deal, the EU-Indonesia Partnership on Sustainable Development, and Indonesia's Presidential Instruction (Inpres) No. 9 of 2025 on cooperative development, the project recognizes that a Just Green Transition cannot be achieved without actively dismantling the structural barriers that limit women's agency in farming communities.

Within this framework, a consultancy is being solicited to facilitate training to address smallholder farmers’ financial literacy through a Training of Trainers (ToT) and cascading workshop approach. A consultancy firm will be hired to deliver household business financial literacy training in collaboration with the two implementing partners: Fairtrade International and its member organization, Fairtrade Network of Asia Pacific Producers (NAPP), targeting Fairtrade-certified producer organizations on Java Island and Bina Desa, as well as farmer organizations on Sulawesi Island. Critically, the training is designed not only to build skills but also to initiate household finance recording — a systematic data-collection process that will be facilitated and monitored by community trainers and will serve as the foundational dataset for a living income study being conducted by the project.  

Further, while the primary objective of this training is capacity building in financial literacy for farming families, the training approach must remain deeply contextualized within the socio-economic realities of the Indonesian agricultural sector, especially for Fairtrade-certified farmers in Java and Bina Desa’s partner farmers in Sulawesi. Since farmer vulnerability is rarely a product of low financial literacy alone, it is intrinsically linked to structural challenges, including volatile agricultural pricing, unequal market relations, escalating production costs, and weak bargaining positions within the supply chain; the financial literacy framework should move beyond individual behavioral change. It must equip farming households with a structural understanding of their economic environment, enabling them to navigate systemic risks alongside daily household bookkeeping. The ToT approach seeks to ensure local ownership and sustainability, with community-level trainers empowered to deliver and follow up training within their organizations in ways that respect local customs and the workload realities of smallholder farming households in Central and East Java and West and Central Sulawesi. This includes consideration of gender aspects and familial power relations related to household financial management during training module development and in training delivery. This is to ensure that training activities do not inadvertently increase the domestic burden on women but instead foster equitable decision-making.  


Interested consultancy firms or teams are invited to submit a proposal comprising a technical offer and a financial offer, of no more than 8–10 pages (excluding annexes), to g.shkurtaj@fairtrade.net by 20th July 2026. The email must bear the following subject title: “Consultancy Offer: Household Business Financial Literacy” 

[newdevjobsindo] Call for Consultancy - PAR IV Indonesia Final Evaluation

image.png

Catholic Relief Services (CRS) is inviting applications for a National Consultant to lead the Final Evaluation of the Prepared and Resilient IV (PAR IV CORRECT) Project in Kupang and East Flores, Indonesia.

About the Project 

Since 2024, PAR IV CORRECT has worked with 10 villages (Kupang & East Flores) to strengthen community resilience against floods, landslides, storms, drought, and other recurring disasters. The project empowers households, communities, and local governments through disaster preparedness, climate-resilient livelihoods, and inclusive participation of vulnerable groups.

Role of the Consultant 

 The consultant will conduct an independent summative evaluation (Sept–Nov 2026), using mixed methods (household surveys, FGDs, KIIs, document reviews). Responsibilities include:

  • Designing sampling strategies & tools (quantitative & qualitative)

  • Training and supervising local enumerators

  • Leading data collection, analysis, and validation workshops

  • Producing key deliverables: inception report, training materials, field report, findings presentation, final evaluation report, and datasets

Qualifications

  • Master’s degree (PhD preferred) in DRR/resilience or related field

  • 7+ years of experience in quantitative & qualitative research (SPSS, MaxQDA, Dedoose, etc.)

  • 5+ years of experience in community-led DRR/resilience in Indonesia

  • Strong report-writing skills in English; fluency in Bahasa preferred

  • Experience working with rural communities, diverse stakeholders, and local languages

Timeline & Deliverables

  • Engagement: Sept–Nov 2026 (up to 45 days)

  • Key dates: Inception Report (Sept 17), Enumerator Training (Sept 24), Data Collection (Oct 4–23), Validation Workshop (Nov 3–6), Final Report (Nov 23)

Application Details Submit by July 31, 2026 to: Indonesia_HR@crs.org 

Subject line: CONSULTANT FOR PAR IV CORRECT FINAL EVALUATION Include:

  • Cover letter (interest & fit)

  • CV

  • Sample of similar work (Final Report)

  • Detailed cost proposal (daily rate, travel, tax, etc.)

Clarification questions due by July 22, 2026.

For more details please check the TOR and Data Collection Planning Table attached.

CRS is committed to safeguarding program participants, community members, staff and volunteers from all forms of exploitation and abuse. The successful candidate is expected to sign and adhere to CRS´ Code of Conduct

CRS is an Equal Opportunity Employer

Sabtu, 11 Juli 2026

[newdevjobsindo] Unsubscribe



Best regards,

Fajar Priyatna
+6282180126117

[newdevjobsindo] Fwd: RFQ - Request for Quotation: Assessment on the Integration of Governance, Planning, Implementation, and Reporting of Post-Disaster Rehabilitation and Reconstruction Programs

Dear New DevJobsIndo,
Seeking your support to post the attached RFQ, please.

Many thanks in advance.
SIAP SIAGA Procurement Team

---------- Forwarded message ---------
Dari: SIAP SIAGA DRM <siapsiaga.drm@gmail.com>
Date: Kam, 9 Jul 2026 pukul 15.39
Subject: RFQ - Request for Quotation: Assessment on the Integration of Governance, Planning, Implementation, and Reporting of Post-Disaster Rehabilitation and Reconstruction Programs
To: <newdevjobsindo@freelists.org>


Dear All,

We are currently seeking a qualified organisation with demonstrated expertise to undertake an assessment on the Integration of Governance, Planning, Implementation, and Reporting of Post-Disaster Rehabilitation and Reconstruction Programs.

If your organisation has the relevant qualifications and experience to carry out this assignment, we kindly invite you to submit a proposal in accordance with the instructions outlined in the attached Request for Quotation (RFQ).

Thank you for your interest. We look forward to receiving your proposal.

Regards,
SIAP SIAGA Procurement Team

Jumat, 10 Juli 2026

[newdevjobsindo] Prospera Phase 2 - Partnerships Adviser

Partnerships Adviser

(Short-term Adviser)

 

 

KEY INFORMATION

 

Job Title               : Partnerships Adviser

Program               : Prospera Phase 2

Reports to          : Partnerships Lead or equivalent

Contract Type   : Short-term adviser

Location              : Jakarta, Indonesia (with remote inputs as appropriate)
Duration              : Up to a maximum of 90 input days over 12 months (up to 8x in-country inputs)

 

ABOUT PROSPERA

 

Prospera is Australia's flagship economic governance investment in Indonesia, supporting the Government of Indonesia (GoI) to advance inclusive, sustainable and climate-resilient economic reform. Implemented by Cowater International in partnership with the Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) and the Government of Indonesia, the program runs from 2026 to 2035. Prospera is a dual modality program comprising partnerships between Australian and Indonesian government agencies along with distinct but interrelated Managing Contractor-led (Cowater) advisory and support services.

 

ABOUT THE ROLE

 

The Partnerships Adviser is a time-limited expert role focused on building the partnerships system that will underpin Prospera's work over the life of the program. Working closely with the Partnerships Lead and technical directorates, the role designs and establishes the tools, frameworks, mapping products, performance and reporting, and other processes that will enable Prospera's partnership function to operate effectively and efficiently from early implementation.

This is a system-building role. The primary output is a practical, well-documented partnerships operating system that the Partnerships Lead and technical teams can own and run independently once the engagement concludes.

 

KEY RESPONSIBILITIES

 

Partnership mapping

 

Develop a comprehensive baseline map of Prospera's existing and potential partnerships across Australian Public Service (APS) agencies, Australian institutional partners (universities, research institutions, think tanks) and Indonesian policy actors (think tanks, CSOs, academia). Identify strategic fit, complementarities, gaps and priorities including intersections with other DFAT-funded programs in Indonesia. Draw on key lessons and approaches in DFAT’s other key government-to-government (G2G) partnership programs. Establish a format and process for the map to be maintained by the Partnerships Lead.

 

Frameworks and tools design

 

Design the core suite of partnership tools and frameworks Prospera needs to operate effectively: partnership categorisation criteria, health check instruments, work planning and reporting templates for APS agencies, and guidance on partnership modalities. Ensure products are practical, proportionate, build on experience from other G2G programs and aligned to contractual requirements.

 

APS Partnerships Framework

 

Provide expert support to the development of the APS Partnerships Framework, drawing on experience with APS agency engagement, government-to-government partnership design and DFAT program requirements.

 

Documentation and handover

 

Ensure all frameworks, processes and tools are clearly documented and that the Partnerships Lead is equipped to maintain and apply them independently. Produce a concise partnerships operating manual for use by the Partnerships Lead and technical teams.

 

Capacity building

 

Provide targeted support and coaching to the Partnerships Lead and relevant technical staff to build confidence and capability in applying partnership frameworks and tools.

 

SELECTION CRITERIA

       Demonstrated experience designing partnership frameworks, systems or operational tools in a complex, multi-stakeholder development program context.

       Strong knowledge of APS agency operations and the Australia-Indonesia partnership landscape, including DFAT development program requirements for APS partnerships.

       Experience with partnership mapping and stakeholder analysis across government, institutional and civil society actors.

       Ability to produce clear, practical documentation that non-specialist staff can use independently.

       Strong interpersonal and facilitation skills, with the ability to work across a large and geographically distributed team.

       Written communication skills in English to a high standard; Bahasa Indonesia proficiency is an advantage.

       Knowledge of Indonesia is an advantage.

 

APPLICATION PROCESS

Candidates are encouraged to apply by 31 July 2026/as soon as possible.

For your application to be considered, please upload your documents as followed: Candidate Last Name, First Name, date, Title of the Position.

Cowater international strives to maintain a fair, transparent, and human centered recruitment process. As part of our commitment to responsible hiring practices and compliance with evolving recruitment regulations, we may use AI assisted tools to support limited aspects of our talent acquisition workflow, such as reviewing or shortlisting applications. These tools are used only to enhance efficiency and consistency in our processes. All assessments, interviews, and final hiring decisions are made exclusively by our human recruiting managers. Candidates may request additional information about the use of these tools or reasonable accommodations during the recruitment process.

Cowater International is an equal opportunity employer, basing employment on merit and qualifications as they relate to professional experience and position expectations. Cowater does not discriminate against any employee or applicant on the basis of race, religion, sex, gender identity, disability, age, or any other basis protected by law.

We thank all applicants, however only those shortlisted will be contacted.

 

ABOUT US

Founded in 1985, Cowater International is a leading global development consulting company. Headquartered in Ottawa and with corporate hubs in Auckland, Berlin, Brussels, Helsinki, London, Madrid, Manila, Nairobi, Singapore and Stockholm, Cowater International has successfully delivered a portfolio of over 2500 projects and assignments in more than 95 countries. We work with governments, private sector actors and communities implementing projects that support socio-economic development, institutional strengthening, environmental improvements and advance equal opportunities for all. We are a diverse and experienced team committed to building a better tomorrow for the people we serve. Our adaptive approach to management has led to our yearly award-winning work and recognition as one of Canada’s Best Managed Companies since 2017.

 

We thank you for your interest in building a better tomorrow.

 

 

iklan banner


Top