Lowongan Kerja LSM NGO

Kamis, 07 Mei 2026

[newdevjobsindo] VACANCY - WASTE MANAGEMENT SPECIALIST


Waste Management Specialist

Nama Program           :  Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Lokal dan Partisipasi Stakeholder dalam Pengurangan Kebocoran Plastik di Solo
Pelaksana Program    :  BINTARI
Lokasi Penugasan      :  Kota Surakarta, Jawa Tengah (Fokus wilayah Sungai Premulung dan kawasan sekitarnya)
Durasi Program          :  Mei 2026 – Juni 2027

 

 1. Latar Belakang

Pencemaran sampah plastik di sungai merupakan tantangan lingkungan kritis di Indonesia. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dari kawasan permukiman, pasar, kegiatan usaha, dan ruang publik sering berakhir di drainase maupun sungai, lalu terbawa ke sungai utama hingga laut. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem, serta meningkatnya risiko banjir.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menurunkan kebocoran sampah plastik ke laut melalui kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 untuk mengurangi 70% sampah plastik di laut. Intervensi di tingkat sumber sampah menjadi sangat penting, terutama untuk mencegah dan membersihkan sampah sungai yang menjadi jalur utama kebocoran sampah laut.

Sungai Premulung di Kota Surakarta merupakan anak sungai Bengawan Solo yang melintasi kawasan padat penduduk dan pusat ekonomi. Sungai ini menghadapi tekanan lingkungan akibat timbulan sampah rumah tangga, aktivitas perdagangan, limbah kawasan usaha, dan rendahnya praktik pemilahan sampah dari sumber. Akumulasi sampah di sungai berkontribusi terhadap penyumbatan aliran air, sedimentasi, penurunan kualitas lingkungan, serta banjir berulang di wilayah rentan di Kecamatan Serengan dan Kecamatan Pasar Kliwon.

BINTARI dengan dukungan dari Clean Rivers, UNDP Indonesia, dan Erth Zayed Philanthropies menjalankan proyek "Strengthening Local Waste Systems and Participation to Reduce Riverine Plastic Leakage in Solo". Proyek ini mengedepankan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir yang meliputi:

  • Pencegahan di sumber: Kampanye perubahan perilaku dan penguatan rencana pengelolaan sampah komunitas.
  • Intervensi fisik: Pemasangan dan pengoperasian penahan sampah (trash boom) di badan sungai.
  • Ekonomi sirkuler: Peningkatan kapasitas daur ulang, pemilahan, dan optimalisasi operator sampah.
  • Kolaborasi multi pihak: Memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Untuk mendukung proyek ini berjalan dengan baik dan memastikan seluruh rantai sistem pengelolaan sampah berjalan efektif, aman, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan, BINTARI membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman untuk posisi Waste Management Specialist.

 
2. Maksud dan Tujuan Penugasan

Maksud penugasan adalah merekrut waste management specialist sebagai tenaga ahli yang bertanggung jawab dalam merencanakan, menjalankan mendampingi, dan memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif dari sumber timbulan, pengumpulan, pemrosesan, pemanfaatan kembali, hingga residu akhir.

Tujuan

Waste Management Specialist diharapkan mampu:

  1. Mengembangkan sistem pengelolaan sampah hulu–hilir yang efisien dan minim residu ke TPA.
  2. Memastikan pengolahan sampah organik dan anorganik memenuhi standar teknis serta memiliki nilai ekonomi.
  3. Mengintegrasikan penanganan sampah sungai dengan sistem pengelolaan sampah darat.
  4. Memperkuat koordinasi teknis dengan pemerintah daerah, khususnya DLH, DPUPR, dan BBWS.
  5. Mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilahan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
  6. Menghasilkan model pengelolaan sampah lokal yang inklusif, adaptif, dan dapat di replikasi.
 
3. Posisi

Waste Management Specialist

Posisi ini berperan strategis untuk memastikan seluruh rantai pengelolaan sampah—dari sumber dan dari sungai, pengumpulan, pengolahan, pemasaran material daur ulang, hingga pengelolaan residu—berjalan secara terintegrasi, ramah lingkungan, aman bagi pekerja, dan layak secara ekonomi.

 
4. Tugas dan Tanggung Jawab

a.   Koordinasi dengan stakeholder proyek yaitu melakukan koordinasi teknis dengan Pemerintah Kota Surakarta khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta instansi vertikal seperti BBWS Bengawan Solo. Selain itu berkoordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan terkait dukungan data, kebijakan, penguatan layanan persampahan, prasarana dan sarana, serta teknis fasilitas pengelolaan sampah.

b.   Identifikasi volume timbulan sampah, jenis sampah dan praktik sistem pengelolaan sampah saat ini di lokasi proyek dari sumber rumah tangga, non rumah tangga dan yang ada di sungai sebagai informasi baseline. Kegiatan identifikasi pengelolaan sampah saat ini melalui survei akan dibantu oleh fasilitator lapangan di setiap lokasi proyek.

c.   Bersama dengan ahli sosial dan ahli sipil, mengembangkan sistem pemasangan jaring sampah (trash boom), pembersihan sampah sungai, dan pengangkutan sampah sungai ke titik lokasi pengolahan di sekitar lokasi trash boom yang dipasang di Sungai Premulung sesuai kesepakatan dengan melibatkan stakeholder dalam pengoperasiannya.

d.   Bersama dengan ahli perubahan perilaku dan ahli sosial, mengembangkan sistem dan tata kelola pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga yang tepat dan ramah lingkungan dengan mempertimbangkan faktor teknis dan sosial masyarakat untuk mencegah kebocoran sampah dan mengurangi sampah yang dibawa ke TPA.

e.   Bersama dengan ahli perubahan perilaku dan ahli sosial, mengembangkan dan menyampaikan materi peningkatan kapasitas bagi masyarakat agar dapat mempraktikkan sistem dan tata kelola pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga yang tepat dan ramah lingkungan yang disepakati.

f.    Bersama dengan ahli perubahan perilaku dan ahli sosial, mengembangkan sistem pengolahan sampah daur ulang dengan model ekonomi sirkuler dari proses sampai off-taker baik sampah dari rumah tangga dan sampah sungai, sesuai kondisi sosial masyarakat.

g.   Bersama dengan tim proyek, mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis dan memastikan standar keselamatan kerja (HSE) untuk pengelolaan sampah sungai, pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah daur ulang, dan prosedur lain yang dibutuhkan dalam proyek ini.

h.   Monitoring, evaluasi dan pembelajaran dengan menganalisis data performa pencapaian indikator proyek/milestone untuk aspek pengelolaan sampah. Kegiatan pengumpulan data akan dibantu oleh fasilitator lapangan.

i.    Dukungan untuk manajemen proyek dalam menyiapkan dokumentasi kegiatan dan laporan proyek yang dibutuhkan dengan dukungan dari semua anggota tim proyek, sebagai deputi proyek koordinator dalam beberapa kegiatan di lokasi proyek, koordinasi dengan seluruh anggota tim secara reguler, koordinator untuk fasilitator lapangan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat serta menjalankan prosedur administrasi dan keuangan proyek sesuai dengan SOP proyek yang telah disepakati antara BINTARI dan UNDP.

5. Kualifikasi Tenaga Ahli
         a. Pendidikan dan Pengalaman

˗          Minimal S1 dari bidang: Teknik Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Lingkungan, Perencanaan Wilayah dan Kota, Pengelolaan Sumber Daya Alam, atau bidang teknik dan sosial relevan lainnya

˗          Minimal 3–5 tahun pengalaman profesional di bidang pengelolaan sampah, terutama aspek teknis dan sosial di tingkat sumber (hulu) yang menerapkan metode ekonomi sirkuler atau program lingkungan berbasis masyarakat.

˗          Memiliki pengalaman bekerja dengan pemerintah daerah dan pemberdayaan masyarakat.

  b. Kompetensi Teknis

˗          Memahami praktik sistem pengelolaan sampah dari tingkat hulu (sumber) sampai dengan hilir (tempat pemrosesan akhir) serta aspek-aspek pengelolaan sampah berkelanjutan.

˗          Memahami prinsip pengelolaan sampah 3R dan proses daur ulang baik daur ulang material organik maupun material anorganik, serta rantai pasok dan pasar daur ulang sektor formal dan informal.

˗          Mampu membaca dan mengolah data pengelolaan sampah dari lapangan untuk disajikan dalam bentuk laporan teknis, dengan menggunakan MS Office (Word, Excel, PowerPoint).

   c. Kemampuan Sosial dan Komunikasi

˗          Mampu berkomunikasi dengan baik dengan pihak pemerintah dan pemangku kepentingan lain serta memfasilitasi proses diskusi antar stakeholder.

˗          Mampu menyampaikan materi/ide/gagasan untuk mendukung proyek dan kegiatan peningkatan kapasitas seperti pelatihan, edukasi dan bimbingan teknis baik untuk pemerintah maupun masyarakat.

˗          Mampu memahami konteks sosial budaya masyarakat setempat dan mampu beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat di lokasi proyek.

   d. Persyaratan Tambahan

˗          Berdomisili di Kota Surakarta / Solo Raya;

˗          Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa aktif;

˗       Bersedia bekerja dengan fleksibel termasuk di hari libur dan/atau malam hari (sesuai dengan kondisi lapangan), dengan kompensasi penggantian hari kerja di waktu lain.

˗          Memiliki SIM dan kendaraan pribadi menjadi nilai tambah.
 
6. Prinsip Inklusi

BINTARI berkomitmen pada proses rekrutmen yang adil, inklusif, dan bebas diskriminasi. Perempuan, penyandang difabel, serta kandidat dari kelompok rentan dan marginal didukung untuk melamar posisi ini.

 
Silakan kirimkan Surat Lamaran dan CV terbaru dengan kontak referensi minimal 2 (dua), serta Portofolio singkat pengalaman relevan ke email recruitment@bintari.or.id dengan subjek: Waste Management Specialist – Solo – [Nama Anda], paling lambat 10 Mei 2026.  Hanya kandidat yang masuk dalam shortlist yang akan dihubungi oleh Tim BINTARI.


BINTARI Foundation

Jl. Tirto Agung Barat V No. 21
Kel. Pedalangan Kec. Banyumanik
Semarang 50268 INDONESIA
Telp. (024) 7640 1101
www.bintari.or.id

[newdevjobsindo] REPOST - GIZ Indonesia for Special Assignment Cluster anchored to develoPPP Project: Renewable Energy Specialist Advisor

The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH is an international cooperation enterprise for sustainable development with worldwide operations on behalf of the German Government. We work to shape a future worth living in over 90 countries around the world. 

The Government of Indonesia has identified the transformation towards a green economy – an economy that is internationally competitive, environmentally sustainable, and socially inclusive – as a central strategy to promote continued high economic growth and to achieve the Indonesia Vision 2045, which focuses on Indonesia becoming a high-income country. Currently, however, there is a lack of an adequately skilled workforce to be able to exploit the employment potential of the growth of a green economy. The skills gap is especially prominent in the renewable energy (RE) sector. Estimates suggest that to achieve its RE expansion targets, Indonesia will need 35,000 professionals annually (many of them with new competencies), while traditional energy jobs decline. For many Indonesian energy companies venturing into renewables, this skill gap already translates into project delays and higher recruitment costs. Thus, the availability of adequately trained RE professionals, in sufficient numbers, with proximity to the RE project locations, and relevant expertise is becoming a key factor for companies to stay competitive and for the Indonesian government to reach its energy transition and Golden Vision 2045 targets. 

To address this challenge, GIZ in collaboration with a leading Indonesian power supplier has established a development partnership with the private sector under the develoPPP programme of the German Federal Ministry of Economic Cooperation and Development. The project’s activities are implemented in three intervention areas: 

(1) Developing/updating industry-relevant training offers in cooperation with energy companies and associations and mandated public education and training institutions

(2) Piloting these new and/or updated training offers in cooperation with local universities/polytechnics in proximity of RE project locations and supporting the sustainable anchoring of training offers in the education and training system

(3) Disseminating the new or updated training offers and lessons learned to the wider energy sector community 

The develoPPP project is therefore recruiting one Indonesian candidate for the following position: 

Advisor - Renewable Energy Specialist

(Job title in SAP: Advisor) 

A.    Core Task 

In your role you are responsible for the technical, substantive and organizational implementation of a project’s measures and activities. In consultation with your line manager, you also assume tasks related to planning, steering and monitoring the project, including project administration tasks in some cases. You are also responsible for providing specialist support to colleagues I bands 2 and 3, and ensure the quality of the commission’s outcomes. 

In addition you contribute to the conceptual design of the project, in particular its modifications or realignment. 

You make technical and substantive contributions to overarching issues in cooperation with commissioning parties/clients, partners and other actors and thereby support the achievement of the agreed objectives of the respective of the project and provide impetus for further strategy development. 

In coordination with the country director and your line manager, you also use your contacts for the acquisition of the contracts on behalf of the company. 

In consultation with your team colleagues and line managers, you also coordinate all issues within your area of work and ensure that they are dealt with promptly and competently. You resolve problems that arise in your area of responsibility on the basis of existing rules and draw attention to more complex challenges in your team. 

You are involved in ongoing process development within your remit, are responsible for knowledge management and prepare and share documentation. If required, you also support other experts in familiarizing themselves with and performing their tasks. 

You perform the tasks assigned to you by your line manager, where required.  

B.    Main Activities 

In close collaboration with a training advisor and under supervision of the implementation manager as well as the line manager, the Renewable Energy Cooperation Advisor performs (but not limited to) the following tasks:

  • Support the operational planning, the preparation of project activities, deadlines, and budget estimations and coordinate activities closely with other team members, private sector partners and other relevant stakeholders.
  • Provide strategic, technical, conceptual, and administrative inputs to achieve and ensure the fulfilment quality of the project indicators. This includes the technical content development of upskilling strategies, concepts, teaching and training materials, organizations of workshops, drafting of project reports and communication documents.
  • Liaise with and provide technical renewable energy advice to the private sector counterpart, ensure that all project outputs are relevant to and aligned with their priorities
  • Supporting the development and updating of short course training offers in selected RE fields, communication formats and project reports.
  • Organize consultations, identify RE sector-led initiatives and private sector partners with interest in project activities, establish contacts and facilitates communication and cooperation among them.
  • Document lessons learnt as a basis for formulating policy recommendations, promoting future-oriented and industry-led human resource development for the energy transition.
  • Prepare and conduct project missions and field visits to the pilot regions in accordance with the requirements of the area of responsibility.
  • Assist the Cluster Coordinator and Country Director on overarching issues related to the implementation of GIZ corporate strategy (eq. Vision 2028) 

C.   Required qualifications, competences and experience 

  1. Qualifications
  • Bachelor/Masters (B/MSc; B/MA) in energy, climate, sustainable development, environment, engineering or any area that is related to energy transition. 
  1. Professional experience
  • At least 7 years of professional working experience in development cooperation providing technical assistance to governmental agencies and the private sector in the field of renewable energy.
  • Demonstrated a good knowledge in the renewable energy landscape in Indonesia, preferably in human capital development related to renewable energy projects.
  • Prior experience working in the private sector in the renewable energy field is an asset. 
  1. Other knowledge, additional competencies
  • Soft skills such as teamwork, problem solving, mediation, pragmatism and diplomatic skills are essential. 
  • Excellent working knowledge of ICT technologies and computer applications (e.g. MS Office, applied RE software, etc.)
  • Language skills: excellent English and Bahasa Indonesia skills required.
  • Good analytical skills as well as excellent organizational skills; efficiency, accuracy, and high-quality delivery of all work-related output; results and performance orientation; as well as a team-oriented person.
  • Extensive network in the RE sector. 

Duty Station:  Jakarta
Joining Date:
 01/07/2026

Direct Supervisor: Rudy Djumali
Implementation Manager: Sebastian Maerz 

Interested candidates should submit a motivation letter, CV with GIZ template as attached, trainings attended and list of references (a must), addressed to recruitment-indo@giz.de. The closing date to submit the application letter is on May 21st, 2026. 

Please indicate your application by putting the following code in the subject line: [Repost]DevelopppSkill-up!RECA 

Please name your file as follow format:

[Your Complete Name]_[Motivation Letter/CV/Latest Education Certificate] (i.e: Nakula Sadewa _CV or Nakula Sadewa _Motivation Letter or Nakula Sadewa _Reference)
 

Only short-listed candidates will be notified.

 


[newdevjobsindo] VACANCY - FIELD FACILITATOR

Fasilitator Lapangan
(Koordinasi, Mobilisasi Lapangan, dan Pendampingan Komunitas)

Nama Program             :  Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Lokal dan Partisipasi Stakeholder dalam Pengurangan Kebocoran Plastik di Solo
Pelaksana Program      :  BINTARI
Lokasi Penugasan        :  Kota Surakarta, Jawa Tengah (Fokus wilayah Sungai Premulung dan kawasan sekitarnya)
Durasi Program            :  Mei 2026 – Juni 2027
 
1. Latar Belakang

Pencemaran sampah plastik di sungai merupakan tantangan lingkungan kritis di Indonesia. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dari kawasan permukiman, pasar, kegiatan usaha, dan ruang publik sering berakhir di drainase maupun sungai, lalu terbawa ke sungai utama hingga laut. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem, serta meningkatnya risiko banjir.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menurunkan kebocoran sampah plastik ke laut melalui kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 untuk mengurangi 70% sampah plastik di laut. Intervensi di tingkat sumber sampah menjadi sangat penting, terutama untuk mencegah dan membersihkan sampah sungai yang menjadi jalur utama kebocoran sampah laut.

Sungai Premulung di Kota Surakarta merupakan anak sungai Bengawan Solo yang melintasi kawasan padat penduduk dan pusat ekonomi. Sungai ini menghadapi tekanan lingkungan akibat timbulan sampah rumah tangga, aktivitas perdagangan, limbah kawasan usaha, dan rendahnya praktik pemilahan sampah dari sumber. Akumulasi sampah di sungai berkontribusi terhadap penyumbatan aliran air, sedimentasi, penurunan kualitas lingkungan, serta banjir berulang di wilayah rentan di Kecamatan Serengan dan Kecamatan Pasar Kliwon.

BINTARI dengan dukungan dari Clean Rivers, UNDP Indonesia, dan Erth Zayed Philanthropies menjalankan proyek "Strengthening Local Waste Systems and Participation to Reduce Riverine Plastic Leakage in Solo". Proyek ini mengedepankan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir yang meliputi:

  • Pencegahan di sumber: Kampanye perubahan perilaku dan penguatan rencana pengelolaan sampah komunitas.
  • Intervensi fisik: Pemasangan dan pengoperasian penahan sampah (trash boom) di badan sungai.
  • Ekonomi sirkuler: Peningkatan kapasitas daur ulang, pemilahan, dan optimalisasi operator sampah.
  • Kolaborasi multi pihak: Memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Untuk mendukung proyek ini berjalan dengan baik dan memastikan seluruh rantai sistem pengelolaan sampah berjalan efektif, aman, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan, BINTARI membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman untuk posisi Fasilitator Lapangan.

 
2. Maksud dan Tujuan Penugasan

Penugasan Fasilitator Lapangan dimaksudkan untuk mendukung implementasi program secara langsung di lapangan melalui kegiatan pendampingan dan bimbingan teknis kepada masyarakat dan pengelola sampah, agar proyek dapat berjalan efektif, partisipatif, dan sesuai dengan indikator kinerja utama.

Secara khusus, posisi ini bertujuan untuk:

a.   Memastikan koordinasi lapangan antara BINTARI, pemerintah daerah, komunitas, dan pihak terkait berjalan baik;

b.   Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah baik dari rumah tangga maupun dari sungai melalui metode ekonomi sirkuler;

c.    Mendampingi dan memfasilitas kegiatan operasional di lapangan, termasuk pengelolaan sampah sungai dan darat;

d.   Mendukung pengumpulan data lapangan sebagai baseline dan endline sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi program;

e.   Menjaga keberlanjutan intervensi melalui penguatan kelembagaan lokal.

 
3. Posisi dan Lokasi Kerja

Nama Posisi            : Fasilitator Lapangan

Durasi Penugasan    : Mei 2026 – Juli 2027

Lokasi Kerja             : Kota Surakarta, dengan fokus area Kecamatan Serengan dan Kecamatan Pasar Kliwon

 
4. Ruang Lingkup Pekerjaan

Fasilitator Lapangan akan mendukung pelaksanaan program pada lima area utama berikut:

a.   Koordinasi dengan stakeholder proyek yaitu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surakarta khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Selain itu berkoordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan dan tokoh masyarakat, RW, RT, PKK, dan kelompok masyarakat lainnya terkait penguatan layanan persampahan, identifikasi kebutuhan prasarana dan sarana pengelolaan sampah 3R, serta teknis fasilitas pengelolaan sampah lainnya yang diperlukan untuk tujuan proyek.

b.   Menggerakkan partisipasi warga dalam sistem pengelolaan sampah lokal melalui kegiatan bersih sungai, pemilahan sampah, pengurangan sampah, dan pengolahan material daur ulang dari sumber;

c.   Mendampingi pembentukan atau penguatan kelompok pengelola sampah lokal dan meningkatkan kapasitas local champion sebagai campaigner untuk menciptakan perubahan perilaku sosial dalam pengelolaan sampah secara inklusif;

d.   Pendampingan dan bimbingan teknis untuk operator dan masyarakat dalam operasional pemasangan jaring sampah (trash boom), pembersihan sampah sungai, dan pengangkutan sampah sungai ke titik lokasi pengolahan di sekitar lokasi trash boom yang dipasang di Sungai Premulung sesuai SOP dan keselamatan kerja yang telah diterapkan.

e.   Pemantauan dan penyediaan data, informasi, serta dokumentasi terkait kemajuan dan permasalahan pelaksanaan proyek di tingkat masyarakat selama pendampingan masyarakat, termasuk mengkoordinasikan pengambilan data baseline dan endline.

f.    Penyusun laporan mingguan dan bulanan kepada proyek dari seluruh kegiatan pendampingan disertai dengan kendala dan rekomendasi perbaikan

g.   Dukungan untuk mengorganisir acara-acara yang dilaksanakan proyek seperti pelatihan, FGD dan sosialisasi yang dilakukan oleh kader pendamping masyarakat. Untuk mendukung organisir kegiatan di lapangan termasuk membuat rencana kegiatan dan anggaran kegiatan serta melaporkan hasil kegiatan termasuk pengeluaran anggaran kepada koordinator proyek dan staf keuangan.

h.   Memfasilitasi distribusi peralatan dan media informasi, menyediakan data dan informasi lapangan, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan warga dan pemimpin masyarakat untuk penyelenggaraan kegiatan sosialisasi, edukasi dan pendampingan.

i.    Dukungan untuk manajemen proyek dalam menyiapkan dokumentasi kegiatan dan laporan proyek yang dibutuhkan dengan dukungan dari semua anggota tim proyek, koordinasi dengan seluruh anggota tim secara reguler, serta menjalankan prosedur administrasi dan keuangan proyek sesuai dengan SOP proyek yang telah disepakati antara BINTARI dan UNDP.

 
5. Kualifikasi yang dibutuhkan

Pendidikan dan Pengalaman

-     Minimal Diploma/Sarjana (D3/S1) dari bidang Teknik Lingkungan, Ilmu Sosial, Ilmu Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Kesejahteraan Sosial, Komunikasi, Pengembangan Masyarakat, Antropologi, atau bidang relevan lainnya

-     Minimal 2 tahun pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat, proyek lingkungan, fasilitasi lapangan, atau pengelolaan sampah;

-     Berpengalaman bekerja dengan pemerintah daerah dan komunitas terutama di wilayah Solo Raya menjadi nilai tambah;

Kompetensi Teknis

-     Memahami praktik sistem pengelolaan sampah dari tingkat hulu (sumber) sampai dengan hilir (tempat pemrosesan akhir) serta aspek-aspek pengelolaan sampah berkelanjutan.

-     Memahami prinsip pengelolaan sampah 3R dan proses daur ulang baik daur ulang material organik maupun material anorganik, serta rantai pasok dan pasar daur ulang sektor formal dan informal.

-     Memahami struktur sosial di masyarakat baik formal maupun informal.

-     Dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik kepada berbagai pihak dengan beragam latar belakang;

-     Memiliki kemampuan sebagai fasilitator dalam pertemuan masyarakat serta kegiatan pelatihan;

-     Mampu membuat laporan sederhana dan dokumentasi kegiatan dengan menggunakan MS Office (Word, Excel, PowerPoint).

Kemampuan Sosial dan Komunikasi

-     Mampu menyampaikan materi dalam kegiatan peningkatan kapasitas seperti pelatihan, edukasi dan bimbingan teknis yang diberikan kepada masyarakat.

-     Memiliki kemampuan koordinasi yang kuat serta bekerja mandiri maupun dalam tim.

-     Mampu memahami konteks sosial budaya masyarakat setempat dan mampu beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat serta menangani dinamika sosial dan konflik di lokasi proyek.

-     Memiliki sensitivitas terhadap isu gender, inklusi sosial, dan GEDSI.

Persyaratan Tambahan

-     Berdomisili di Kota Surakarta/Solo Raya;

-     Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa aktif;

-     Bersedia bekerja dengan fleksibel termasuk di hari libur dan/atau malam hari (sesuai dengan kondisi lapangan), dengan kompensasi penggantian hari kerja di waktu lain.

-     Memiliki SIM dan kendaraan pribadi menjadi nilai tambah.

 
6. Prinsip Inklusi

BINTARI berkomitmen pada proses rekrutmen yang adil, inklusif, dan bebas diskriminasi. Perempuan, penyandang difabel, serta kandidat dari kelompok rentan dan marginal didukung untuk melamar posisi ini.

 

Silakan kirimkan CV terbaru dengan kontak referensi minimal 2, Surat lamaran, Portofolio singkat pengalaman relevan ke recruitment@bintari.or.id
dengan subjek: Fasilitator Lapangan – Solo – [Nama Anda], paling lambat 10 Mei 2026.  Hanya kandidat yang masuk dalam shortlist yang akan dihubungi oleh Tim BINTARI.



BINTARI Foundation

Jl. Tirto Agung Barat V No. 21
Kel. Pedalangan Kec. Banyumanik
Semarang 50268 INDONESIA
Telp. (024) 7640 1101
www.bintari.or.id

[newdevjobsindo] WFP Indonesia Vacancy Announcement- Multiple Positions at the Indonesia Country Office (Jakarta Based)

Dear all,

 

Sharing with you World Food Programme (WFP) Vacancy Announcement for the post of Programme Policy Officer (NO-B level) under our School Meal team based in Jakarta.

 

For your information should you be interested to apply or disseminate to potential colleagues/ relatives.

 

Best,

Bintang Mangunsong

On behalf of WFP Recruitment team

 

=====================================================

 

 

Job Requisition no.

Title

Level

Link

    JR122575

                             Programme Policy Officer

NO-B

Programme Policy Officer (Apply)

 

Closing Date: Friday, 15th May 2026 – Midnight, Jakarta time

 

Application Link: As above

 

How to apply:

  • Before applying, candidates are invited to create their profile in the WFP Careers
  • When applying for the position, candidates are required to upload their CVs and cover letters.
  • Period (month, year), position title, and responsibilities of each employment, education, and year of graduation must be stated clearly on the CV.

 

 

WFP encourages female candidates and people with disabilities to apply.

 

Only short-listed candidates will be contacted.

 

WFP is committed to promoting diversity and the principle of equal employment opportunity for all our employees and encourages qualified candidates to apply irrespective of religion or belief, ethnic or social background, gender, gender identity, and disability.

 

 

 



The information contained in this electronic message and any attachments is intended for specific individuals or entities, and may be confidential, proprietary or privileged. If you are not the intended recipient, please notify the sender immediately, delete this message and do not disclose, distribute or copy it to any third party or otherwise use this message. The content of this message does not necessarily reflect the official position of the World Food Programme. Electronic messages are not secure or error free and may contain viruses or may be delayed, and the sender is not liable for any of these occurrences. The sender reserves the right to monitor, record and retain electronic messages.
iklan banner


Top