[newdevjobsindo] VACANCY - WASTE MANAGEMENT SPECIALIST
1. Latar Belakang
Pencemaran sampah plastik di sungai merupakan tantangan lingkungan kritis di Indonesia. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dari kawasan permukiman, pasar, kegiatan usaha, dan ruang publik sering berakhir di drainase maupun sungai, lalu terbawa ke sungai utama hingga laut. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem, serta meningkatnya risiko banjir.
Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menurunkan kebocoran sampah plastik ke laut melalui kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 untuk mengurangi 70% sampah plastik di laut. Intervensi di tingkat sumber sampah menjadi sangat penting, terutama untuk mencegah dan membersihkan sampah sungai yang menjadi jalur utama kebocoran sampah laut.
Sungai Premulung di Kota Surakarta merupakan anak sungai Bengawan Solo yang melintasi kawasan padat penduduk dan pusat ekonomi. Sungai ini menghadapi tekanan lingkungan akibat timbulan sampah rumah tangga, aktivitas perdagangan, limbah kawasan usaha, dan rendahnya praktik pemilahan sampah dari sumber. Akumulasi sampah di sungai berkontribusi terhadap penyumbatan aliran air, sedimentasi, penurunan kualitas lingkungan, serta banjir berulang di wilayah rentan di Kecamatan Serengan dan Kecamatan Pasar Kliwon.
BINTARI dengan dukungan dari Clean Rivers, UNDP Indonesia, dan Erth Zayed Philanthropies menjalankan proyek "Strengthening Local Waste Systems and Participation to Reduce Riverine Plastic Leakage in Solo". Proyek ini mengedepankan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir yang meliputi:
- Pencegahan di sumber: Kampanye perubahan perilaku dan penguatan rencana pengelolaan sampah komunitas.
- Intervensi fisik: Pemasangan dan pengoperasian penahan sampah (trash boom) di badan sungai.
- Ekonomi sirkuler: Peningkatan kapasitas daur ulang, pemilahan, dan optimalisasi operator sampah.
- Kolaborasi multi pihak: Memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Untuk mendukung proyek ini berjalan dengan baik dan memastikan seluruh rantai sistem pengelolaan sampah berjalan efektif, aman, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan, BINTARI membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman untuk posisi Waste Management Specialist.
Maksud penugasan adalah merekrut waste management specialist sebagai tenaga ahli yang bertanggung jawab dalam merencanakan, menjalankan mendampingi, dan memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif dari sumber timbulan, pengumpulan, pemrosesan, pemanfaatan kembali, hingga residu akhir.
Tujuan
Waste Management Specialist diharapkan mampu:
- Mengembangkan sistem pengelolaan sampah hulu–hilir yang efisien dan minim residu ke TPA.
- Memastikan pengolahan sampah organik dan anorganik memenuhi standar teknis serta memiliki nilai ekonomi.
- Mengintegrasikan penanganan sampah sungai dengan sistem pengelolaan sampah darat.
- Memperkuat koordinasi teknis dengan pemerintah daerah, khususnya DLH, DPUPR, dan BBWS.
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilahan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
- Menghasilkan model pengelolaan sampah lokal yang inklusif, adaptif, dan dapat di replikasi.
Waste Management Specialist
Posisi ini berperan strategis untuk memastikan seluruh rantai pengelolaan sampah—dari sumber dan dari sungai, pengumpulan, pengolahan, pemasaran material daur ulang, hingga pengelolaan residu—berjalan secara terintegrasi, ramah lingkungan, aman bagi pekerja, dan layak secara ekonomi.
a. Koordinasi dengan stakeholder proyek yaitu melakukan koordinasi teknis dengan Pemerintah Kota Surakarta khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta instansi vertikal seperti BBWS Bengawan Solo. Selain itu berkoordinasi dengan pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan terkait dukungan data, kebijakan, penguatan layanan persampahan, prasarana dan sarana, serta teknis fasilitas pengelolaan sampah.
b. Identifikasi volume timbulan sampah, jenis sampah dan praktik sistem pengelolaan sampah saat ini di lokasi proyek dari sumber rumah tangga, non rumah tangga dan yang ada di sungai sebagai informasi baseline. Kegiatan identifikasi pengelolaan sampah saat ini melalui survei akan dibantu oleh fasilitator lapangan di setiap lokasi proyek.
c. Bersama dengan ahli sosial dan ahli sipil, mengembangkan sistem pemasangan jaring sampah (trash boom), pembersihan sampah sungai, dan pengangkutan sampah sungai ke titik lokasi pengolahan di sekitar lokasi trash boom yang dipasang di Sungai Premulung sesuai kesepakatan dengan melibatkan stakeholder dalam pengoperasiannya.
d. Bersama dengan ahli perubahan perilaku dan ahli sosial, mengembangkan sistem dan tata kelola pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga yang tepat dan ramah lingkungan dengan mempertimbangkan faktor teknis dan sosial masyarakat untuk mencegah kebocoran sampah dan mengurangi sampah yang dibawa ke TPA.
e. Bersama dengan ahli perubahan perilaku dan ahli sosial, mengembangkan dan menyampaikan materi peningkatan kapasitas bagi masyarakat agar dapat mempraktikkan sistem dan tata kelola pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga yang tepat dan ramah lingkungan yang disepakati.
f. Bersama dengan ahli perubahan perilaku dan ahli sosial, mengembangkan sistem pengolahan sampah daur ulang dengan model ekonomi sirkuler dari proses sampai off-taker baik sampah dari rumah tangga dan sampah sungai, sesuai kondisi sosial masyarakat.
g. Bersama dengan tim proyek, mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis dan memastikan standar keselamatan kerja (HSE) untuk pengelolaan sampah sungai, pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah daur ulang, dan prosedur lain yang dibutuhkan dalam proyek ini.
h. Monitoring, evaluasi dan pembelajaran dengan menganalisis data performa pencapaian indikator proyek/milestone untuk aspek pengelolaan sampah. Kegiatan pengumpulan data akan dibantu oleh fasilitator lapangan.
˗ Minimal S1 dari bidang: Teknik Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Lingkungan, Perencanaan Wilayah dan Kota, Pengelolaan Sumber Daya Alam, atau bidang teknik dan sosial relevan lainnya
˗ Minimal 3–5 tahun pengalaman profesional di bidang pengelolaan sampah, terutama aspek teknis dan sosial di tingkat sumber (hulu) yang menerapkan metode ekonomi sirkuler atau program lingkungan berbasis masyarakat.
˗ Memiliki pengalaman bekerja dengan pemerintah daerah dan pemberdayaan masyarakat.
˗ Memahami praktik sistem pengelolaan sampah dari tingkat hulu (sumber) sampai dengan hilir (tempat pemrosesan akhir) serta aspek-aspek pengelolaan sampah berkelanjutan.
˗ Memahami prinsip pengelolaan sampah 3R dan proses daur ulang baik daur ulang material organik maupun material anorganik, serta rantai pasok dan pasar daur ulang sektor formal dan informal.
˗ Mampu membaca dan mengolah data pengelolaan sampah dari lapangan untuk disajikan dalam bentuk laporan teknis, dengan menggunakan MS Office (Word, Excel, PowerPoint).
˗ Mampu berkomunikasi dengan baik dengan pihak pemerintah dan pemangku kepentingan lain serta memfasilitasi proses diskusi antar stakeholder.
˗ Mampu menyampaikan materi/ide/gagasan untuk mendukung proyek dan kegiatan peningkatan kapasitas seperti pelatihan, edukasi dan bimbingan teknis baik untuk pemerintah maupun masyarakat.
˗ Mampu memahami konteks sosial budaya masyarakat setempat dan mampu beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat di lokasi proyek.
˗ Berdomisili di Kota Surakarta / Solo Raya;
˗ Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa aktif;
˗ Bersedia bekerja dengan fleksibel termasuk di hari libur dan/atau malam hari (sesuai dengan kondisi lapangan), dengan kompensasi penggantian hari kerja di waktu lain.
BINTARI berkomitmen pada proses rekrutmen yang adil, inklusif, dan bebas diskriminasi. Perempuan, penyandang difabel, serta kandidat dari kelompok rentan dan marginal didukung untuk melamar posisi ini.
Jl. Tirto Agung Barat V No. 21
Kel. Pedalangan Kec. Banyumanik
Semarang 50268 INDONESIA
Telp. (024) 7640 1101



