Lowongan Kerja LSM NGO: Hasil penelusuran untuk semarang
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri semarang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri semarang. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2024

[newdevjobsindo] Video Dokumentasi Program Clean Cities, Blue Ocean (CCBO)

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Video Dokumentasi Program Clean Cities, Blue Ocean (CCBO)

 

1       Latar Belakang

Semarang termasuk di antara lima kota besar penyumbang sampah plastik di laut di Indonesia bagian barat.[1] Total sampah kota yang tidak tertangani diperkirakan sekitar 17-22% dari total timbulan sampah.[2][3] Diperkirakan total timbulan sampah Semarang adalah sekitar 1.270-1.388 ton/hari, di mana 965 - 1.054 ton (76,5%) dibuang di TPA Jatibarang. Pembuangan di TPA ini meningkatkan beban lingkungan di Semarang karena kurangnya lahan (untuk pembuangan limbah). Keterbatasan pengolahan sampah di TPA telah mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk memperkuat pengurangan sampah dalam rantai pasoka pengelolaan sampah melalui pemilahan di sumber dan mendorong ekonomi sirkular. Sasaran Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Daerah (Jakstrada) Semarang adalah mencapai 100% cakupan pelayanan sampah melalui 70% penanganan sampah dan 30% pengurangan sampah pada tahun 2025.[4] Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Kota Semarang mendorong pemulihan material di tingkat rumah tangga melalui bank sampah dan TPS3R.

Berdasarkan data BINTARI (2021) mengenai profil TPS3R, Praktik pemilahan sampah oleh rumah tangga di Kota Semarang diperkirakan mencapai 9% dari total rumah tangga.[5] Sampah yang paling banyak dikumpulkan adalah plastik dan kertas (yang memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan produk sampah lainnya). Kurangnya sistem pengumpulan sampah terpilah dan rendahnya kesadaran akan praktik pemisahan sampah adalah dua kendala utama untuk meningkatkan pemisahan.[6] Memperbaiki perilaku pemilahan di tingkat masyarakat adalah kunci untuk mengelola sampah secara lebih efektif. Pendekatan perubahan perilaku perlu dikembangkan untuk melibatkan perempuan dan laki-laki dalam praktik 3R termasuk mengirimkan barang-barang daur ulang seperti sampah dapur, plastik dan kertas ke Bank Sampah atau TPS3R serta mengolah sampah organik rumah tangga.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan BINTARI, bank sampah dan TPS3R memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam pengurangan sampah di hulu. Namun, kondisi saat ini, operasional bank sampah dan TPS3R belum optimal karena faktor kelembagaan, finansial, dan infrastruktur. Oleh karena itu, perlu peningkatan kapasitas untuk bank sampah dan TPS3R dalam pengurangan sampah yang berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Kapasitas tersebut meliputi bagaimana mengorganisir masyarakat untuk melakukan pemilahan, menerapkan kelembagaan yang professional dan mengembangkan manajemen keuangan yang dapat membiayai operasional TPS3R/Bank sampah (layak). Sementara itu, dukungan infrastruktur pengurangan sampah dilakukan melalui revitalisasi dan optimalisasi infrastruktur bank sampah dan TPS3R.

Untuk mewujudkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah serta meningkatkan kapasitas TPS3R/Bank sampah dalam pengelolaan sampah hulu, maka perlu peningkatan pemahaman tentang sistem dan praktek pengelolaan sampah yang baik kepada seluruh actor pengelolaan sampah hulu di Kota Semarang. Selain itu, diperlukan juga dukungan fasilitas dan operasional untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan fasilitas TPS3R/bank sampah oleh pemerintah.

Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melalui program Kota Bersih, Laut Biru (Clean City Blue Ocean/CCBO) bekerja sama dengan pemerintah Kota Semarang dan menunjuk Yayasan Bintari sebagai pelaksana proyek PILAH 3: "Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam 3R (PKM3R)". Proyek ini diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah perkotaan untuk mencegah kebocaran sampah plastik serta menciptakan kota yang lebih bersih dan laut yang lebih sehat melalui (1) peningkatan pemahaman tentang sistem, pelaku, dan praktik pengelolaan sampah hulu, (2) peningkatan kapasitas TPS3R/Bank Sampah, (3) Pelibatan masyarakat dalam praktik 3R/pengelolaan sampah hulu yang berkelanjutan, dan (4) peningkatan kapasitas pemerintah daerah untuk mendukung TPS3R dan bank sampah.

Program CCBO telah memasuki tahun kedua berjalan dan akan berakhir pada April 2024. CCBO Semarang terus berproses untuk mencapai tujuan program dan melaksanakan berbagai inisiatif untuk pengelolaan sampah hulu melalui operasionalisasi TPS3R dan Bank Sampah. Proses pendokumentasian kegiatan menjadi salah satu aspek penting untuk pembelajaran program-program serupa dengan CCBO ke depan baik untuk Kota Semarang maupun Kota lain di Indonesia. Oleh sebab itu, Bintari akan melakukan pembuatan video dokumentasi aktivitas dalam program CCBO di Kota Semarang.

2       Tujuan

Pembuatan video bertujuan untuk merangkum hasil program Clean Cities, Blue Ocean (CCBO) Semarang yang mana memuat perjalanan program dari proses asesmen, proses pendampingan, dan pembelajaran di 11 wilayah dampingan program (terdiri dari 6 TPS 3R dan 5 Bank Sampah). Video ini akan digunakan sebagai material diseminasi dokumentasi program CCBO di Kota Semarang yang juga akan diunggah di dalam media sosial BINTARI.

 

3       Lingkup Pekerjaan

Berikut merupakan lingkup pekerjaan pembuatan video dokumentasi CCBO Kota Semarang:

a.     Bersama dengan tim BINTARI mengembangkan konsep, kerangka cerita, skrip, dan pertanyaan-pertanyaan interview untuk video (pengalaman para pihak terlibat dalam program ini)

b.     Mengarahkan, memfilmkan, dan memproduksi video

c.     Mengkompilasi bahan dari BINTARI dengan hasil pengambilan video oleh vendor serta mengedit dan memperhalus video

d.     Menyediakan solusi menyeluruh pembuatan video dan menambahkan musik, grafik, dan animasi yang bebas hak cipta. Subtitle akan disediakan oleh tim BINTARI.

e.     Melakukan koordinasi dengan BINTARI dalam proses pengembangan dan produksi video

 

4       Luaran (Output)

Pre Produksi

Rencana pengambilan video termasuk pengambilan gambar dengan drone (jika diperlukan) dan script final berdasarkan diskusi dengan tim BINTARI.

 

Produksi:

·         Video dengan format resolusi tinggi serta video dengan format dan / ukuran yang sesuai untuk Youtube dan sosial media lainnya. Beberapa video yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut:

a.     Video utama yang memuat dokumentasi seluruh kegiatan program (5-7 menit)

b.     Video proses dan perkembangan TPS 3R selama program CCBO (3 – 4 menit)

c.     Video proses dan perkembangan Bank Sampah selama program CCBO (3 – 4 menit)

d.     Video pendampingan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah atau Social Behavior Change (SBC) (3 – 4 menit)

·         Material dan bahan dokumentasi pembuatan video

 

 

5       Kriteria

a.     Mempunyai pengalaman dalam memproduksi video min. 3 tahun

b.     Mempunyai alat pengambilan video profesional (kamera, mic, drone, dan alat pendukung lainnya)

c.     Mampu membuat video dalam format digital dan definisi tinggi

d.     Mampu mengembangkan skrip video dan story board, serta memproduksi dan mengarahkan talent

e.     Mampu menyelesaikan video tepat waktu sesuai jadwal

f.      Lebih diutamakan berdomisili di lokasi program (Semarang)

g.     Mampu dan bersedia melakukan perjalanan ke 11 wilayah di Semarang untuk pengambilan bahan video

 

6       Timeline

Kegiatan

Januari

Februari

Maret

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

Diskusi dengan tim BINTARI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membuat story board (bersama dengan tim BINTARI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Survey lokasi, mencari talent, izin produksi video

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Shooting

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi draft video

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Revisi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Finalisasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7       Lain-Lain

·         Vendor harus menyerahkan seluruh material dan dokumen bahan pembuatan video kepada BINTARI. Selain versi HD, pengiriman akhir juga harus mencakup video dengan format dan / ukuran yang sesuai untuk Youtube dan sosial media lainnya.

·         BINTARI juga akan memberikan material pembuatan video sesuai dengan dokumentasi yang dimiliki.

 

8       Mekanisme Pengajuan Penawaran

Silakan masukan proposal untuk kegiatan ini dengan format:

1.     Company profile atau CV (untuk vendor individu) disertai portfolio.

2.     Pengalaman pembuatan video disertai link yang dapat diakses

3.     Budget Proposal untuk pembuatan video

4.     Waktu yang dibutuhkan

 

Proposal dapat dikirimkan ke alamat email: bintari.foundation@yahoo.co.id sebelum tanggal

8 Januari 2024 pukul 23.59 WIB



[1] World Bank dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, 2016 Indonesia Marine Debris Hotspots Rapid Assessment

[2] Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), 2020, "Buku Putih Semarang Kelola Sampah

[3] KIAT, 2019, "Outline Business Case for Waste Energy Facility in Semarang"

[4] DLH Kota Semarang, 2020

[5] Bina Karta Lestari (BINTARI). 2021. "TPS3R in Semarang City Profile"

[6] Environment Office (DLH) of Semarang City. 2013. "Semarang City Solid Waste Management Master Plan 2014-2035"



BINTARI Foundation

Jl. Tirto Agung Barat V No. 21
Kel. Pedalangan Kec. Banyumanik
Semarang 50268 INDONESIA
Telp. (024) 7640 1101
www.bintari.org

Kamis, 09 Maret 2023

[newdevjobsindo] Clean Cities Blue Ocean (CCBO) Program Request for Proposal No. 2023-16 “Landfill Baseline Data Collection and Recommendations”

Project Name:    USAID Clean Cities, Blue Ocean
Task Order No.:    AID-OAA-I-14-00059/7200AA19F00016
SOW Title:    Landfill Baseline Data Collection and Recommendations
Location:    Semarang Landfill, Makassar Landfill, and Ambon Landfill

Background
On August 28, 2019, Tetra Tech was awarded the Clean Cities, Blue Ocean (CCBO) program, a five-year, $53 million contract from the USAID Bureau of Economic Growth, Education, and Environment. CCBO is the Agency's flagship program to respond to the global crisis of marine plastic pollution, designed to focus on marine plastics pollution directly at its source in cities and towns, specifically in rapidly urbanizing areas throughout many low- and middle-income countries. Under direction from USAID, and in collaboration with global, regional, and local stakeholders, CCBO will test, scale, and share inclusive and sustainable reduce, reuse, recycle (3R) and Solid Waste Management (SWM) solutions in focal countries and selected cities.

CCBO is the Agency's flagship program to respond to the global crisis of marine plastic pollution. The program was awarded to Tetra Tech and its team in August 2019. CCBO has four objectives: Objective 1: Promote reduce, reuse, recycle (3Rs) and strengthen local and regional markets for recycled plastics; Objective 2: Build social and behavior change (SBC) for 3Rs and sustainable solid waste management (SWM); Objective 3: Increase capacity and effective governance of SWM and recycling systems; and Objective 4: Support international fora, public-private partnerships, and multi-stakeholder alliances.

CCBO has selected three engagement sites in Indonesia to implement, test, and scale solutions over the life of the program: Kota Ambon, Kota Semarang, and Kota Makassar. Sites were selected based on CCBO selection criteria and with consideration of priority areas for the national government of Indonesia and the USAID/Indonesia Mission. Across its sites, CCBO aims to learn from and expand upon the success of proven initiatives by local government and non-governmental organizations.

One of CCBO Indonesia activity that will be done to increase capacity and effective governance of SWM and recycling systems (Objective 3) is to help identify mechanisms to improve landfill functions, safety, and to reduce greenhouse gas emissions. In order to assist in this capacity, a detailed baseline data collection, analysis, and recommendations for improvement of the landfill are needed. This SoW is intended to find a qualified subcontractor to develop a detailed baseline data and improvement  prepare recommendations for the three major landfills located within Semarang, Makassar, and Ambon.

Purpose and Objective
To provide a detailed baseline data and improvement recommendation of the landfill in Ambon, Makassar, and Semarang in order to improve landfill functions, safety, and to reduce greenhouse gas emissions.

Tasks
The selected sub-contractor will conduct the following activities:
- Provide instruments needed for the landfill soil sondir boring and water quality test
- Conduct landfill soil sondir boring and water quality test in Ambon, Makassar, and Semarang Landfill
- Provide a detailed result of landfill soil sondir boring and water quality test
- Obtain information about landfill infrastructure condition, daily input, remaining capacity, management institution, SOP implementation, operational and maintenance cost, funding source, and social condition of the communities surrounding the landfill.
- Analyze obtained information and data to develop recommendation for landfill infrastructure, SOP, management, funding, and surrounding social condition improvement.
- Work closely with Solid Waste Specialist of CCBO Indonesia and Solid Waste Adviser of CCBO Home Office
- Brief CCBO Indonesia staff monthly on the progress
- Revise and develop final deliverables, as requested

Deliverables and Due Dates
No.    Output    Deadline
1.    DBA Policy Activation    Upon contract signature
2.    Semarang, Makassar, and Ambon Landfill data collection plan for Improvement Recommendation    1 month after contract signing
3.    Ambon landfill condition analysis result    2 months after contract signing
4.    Makassar landfill condition analysis result    3 months after contract signing
5.    Semarang landfill condition analysis result    4 months after contract signing
6.    Ambon, Makassar, and Semarang Landfill's improvement recommendation    5 months after contract signing

Qualifications
The qualified firm should have prior experience conducting similar work. They must be legally registered in Indonesia. The proposed team should consist of:
- One (1) Team Leader with a minimum of 10 (ten) years' experience in developing Landfill Improvement Recommendation
- A team of Experts to achieve the objectives of this scope of work. The proposed team members should have a minimum of 5 (five) years' experience of working in one or more of the following fields: Landfill Development, Environmental Management, Sociology, Economy/Finance
- Administrative and Finance staff to manage the logistics required to implement this scope and comply with the conditions of the contract.

Period of Performance
The activity is expected to take five months from the date of contract signature.

Kindly read the complete RFP in the following link:
https://devjobsindo.org/wp-content/uploads/jobmonster/2023-16-Request-for-Proposal-RFP_Landfill-Baseline-Data_final.pdf
iklan banner

▲
Top