Lowongan Kerja LSM NGO

Rabu, 19 Agustus 2026

[newdevjobsindo] Call for Consultant

Habitat for Humanity Indonesia and HFHI are seeking experienced research institutions, consulting firms, and university research centers to support the Primary Data Collection for Indonesia Housing Systems Analysis (2026). The study will generate critical insights into housing pathways, housing finance, land tenure, and community housing systems across Indonesia. Deadline for proposal submission: 2 September 2026
#ResearchOpportunity #Housing #UrbanDevelopment #Indonesia #DataCollection


Regards

HR Recruitment & Development | Dept. HRGA 

National Office 

Habitat for Humanity Indonesia  

Graha Hajadi, 2nd Floor 

Jl. Palmerah Utara No. 46, Palmerah, Jakarta Barat 

Tel: +6221 3878 2209

 

Habitat for Humanity mengharuskan seluruh karyawan untuk menjalankan tanggung jawab etis mereka dengan serius untuk melindungi penerima manfaat, komunitasnya, dan semua pihak yang bekerja dengan kami. Habitat for Humanity requires that all employees take seriously their ethical responsibilities to safeguarding our intended beneficiaries, their communities, and all those with whom we work. 

Habitat for Humanity mengingatkan para kandidat bahwa semua tawaran kerja akan bergantung pada pemeriksaan latar belakang dan izin referensi yang berhasil, dan bahwa identitas kandidat akan diverifikasi. Habitat for Humanity reminds candidates that all offers would be conditional upon a successful background check and clearance of references, and that the identity of the candidates will be verified. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kebijakan Safeguarding Habitat. For more information about Habitat Safeguarding Policy, please visit this link https://habitatindonesia.org/about/safeguarding/ 

[newdevjobsindo] Vacant Position : Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement Yayasan Rumah Energi


1. Latar Belakang
Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan, penguatan ketahanan masyarakat, dan peningkatan mata pencaharian berkelanjutan. Melalui berbagai program, Rumah Energi telah memiliki pengalaman dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat, pemberdayaan koperasi, serta productive use of energy di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui TERBIT Phase I, Rumah Energi telah membangun fondasi untuk memposisikan koperasi sebagai salah satu aktor penting dalam pengembangan energi terbarukan. Implementasi Phase I menunjukkan bahwa koperasi memiliki potensi untuk mengintegrasikan teknologi energi terbarukan dengan kegiatan ekonomi produktif, sekaligus membangun model bisnis yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat.
Phase I juga memperkuat jejaring Rumah Energi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Koperasi, Kementerian ESDM, PLN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, lembaga pembiayaan, pengembang teknologi, serta mitra pembangunan. Salah satu pembelajaran utama Phase I adalah bahwa tantangan pengembangan energi terbarukan berbasis koperasi tidak hanya terletak pada aspek teknologi, tetapi juga pada kesiapan model bisnis, struktur pembiayaan, kesiapan investasi, dan koordinasi antaraktor dalam ekosistem
Berdasarkan pembelajaran tersebut, TERBIT Phase II diarahkan untuk bergerak dari tahap policy and ecosystem alignment menuju pengembangan pipeline proyek, penguatan kapasitas bisnis koperasi, project preparation, dan investment readiness.
Phase II menargetkan penguatan kapasitas 20–25 koperasi, identifikasi sedikitnya 5 koperasi berpotensi tinggi, serta pengembangan 3–5 koperasi hingga mencapai status verified pre-feasibility. Salah satu koperasi akan dikembangkan sebagai “Pathfinder” melalui Project Preparation Facility (PPF) untuk menunjukkan bagaimana proyek PLTS berbasis koperasi dapat dipersiapkan hingga memperoleh komitmen konkret dari calon pembiaya. 
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Rumah Energi membutuhkan seorang Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement yang memiliki kemampuan dalam pengembangan bisnis dan proyek, investment readiness, partnership development, serta pengelolaan hubungan strategis dengan pemangku kepentingan, khususnya pada tingkat nasional.
 
2. Tujuan Posisi
Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement bertanggung jawab mendukung implementasi TERBIT Phase II melalui penguatan business development, project development, investment readiness, partnership development, dan strategic stakeholder engagement untuk pengembangan energi terbarukan berbasis koperasi.
Secara khusus, posisi ini bertujuan untuk:
Menghubungkan potensi dan kebutuhan energi koperasi dengan peluang bisnis, mitra teknis, sumber pembiayaan, dan investor sehingga dapat dikembangkan menjadi proyek energi terbarukan yang layak, terstruktur, dan siap untuk ditindaklanjuti menuju pembiayaan.
Posisi ini terutama akan mendukung:
  • pengembangan Pathfinder Cooperative melalui PPF;
  • pengembangan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility;
  • pengembangan model bisnis energi terbarukan berbasis koperasi;
  • peningkatan investment readiness koperasi;
  • pembangunan jejaring dengan lembaga pembiayaan, investor, EPC, developer, dan mitra strategis;
  • pengembangan project and partnership pipeline; dan
  • penguatan posisi koperasi sebagai mitra implementasi dalam agenda transisi energi.
3. Scope of Work
Project Officer akan berperan sebagai penghubung antara koperasi, pemerintah, mitra teknis, sektor swasta, lembaga pembiayaan, investor, dan development partners dalam mengembangkan proyek energi terbarukan berbasis koperasi.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup identifikasi dan screening peluang proyek, pengembangan business case dan model bisnis, koordinasi project preparation, pengembangan kemitraan dan financing pipeline, engagement dengan calon investor dan financier, serta fasilitasi tindak lanjut hingga terbentuknya peluang kerja sama atau pembiayaan yang konkret 
4. Tanggung Jawab Utama
A. Project & Business Development
  • Mengidentifikasi dan menilai potensi pengembangan proyek energi terbarukan pada koperasi berdasarkan kebutuhan energi, potensi bisnis, kesiapan kelembagaan, pasar, dan peluang pengembangan proyek.
  • Mendukung penyusunan project concept, business model, business case, investment proposition, dan financing plan untuk koperasi terpilih.
  • Mendukung pengembangan Pathfinder Cooperative melalui proses project preparation dan PPF.
  • Berkoordinasi dengan tim teknis dan konsultan dalam memastikan aspek teknis, finansial, pasar, kelembagaan, dan risiko terintegrasi dalam pengembangan proyek.
  • Mendukung pengembangan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility.
B. Investment Readiness & Financing Facilitation
  • Mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan dan financing pathway untuk proyek terpilih.
  • Mendukung penyusunan investment-readiness materials, termasuk project profile, investment proposition, financing needs, dan materi presentasi kepada calon pembiaya.
  • Memetakan dan membangun hubungan dengan investor, lembaga pembiayaan, impact investor, development finance institution, dan potential funders.
  • Memfasilitasi investment matchmaking antara koperasi dan calon pembiaya atau mitra strategis.
  • Mendukung proses follow-up dan dokumentasi peluang pembiayaan hingga menghasilkan qualified leads, expressions of interest, atau bentuk komitmen lain yang dapat ditindaklanjuti.
C. Strategic Partnership & Stakeholder Engagement
  • Membangun dan menjaga hubungan strategis dengan pemerintah, regulator, PLN, koperasi, sektor swasta, EPC/developer, lembaga pembiayaan, investor, development partners, dan organisasi terkait lainnya.
  • Mengidentifikasi peluang kemitraan yang dapat mendukung pengembangan dan scale-up proyek energi terbarukan berbasis koperasi.
  • Mengembangkan dan mengelola partnership pipeline serta memastikan tindak lanjut atas peluang kolaborasi.
  • Mendukung negosiasi awal, koordinasi, dan penyusunan konsep kemitraan sesuai kebutuhan project.
D. Capacity Building
  • Mendukung penguatan kapasitas 20–25 koperasi dalam aspek business development, project design, business model development, financing, dan investment readiness.
  • Memberikan pendampingan lebih intensif kepada 3–5 koperasi terpilih dalam pengembangan proyek.
  • Berkontribusi dalam pengembangan tools, guidelines, dan modul bisnis PLTS berbasis koperasi.
  • Mendukung pengembangan kapasitas koperasi agar mampu berkomunikasi dan bernegosiasi dengan calon mitra dan pembiaya.
E. Stakeholder Mapping & Project Pipeline Development
  • Mengembangkan dan memperbarui stakeholder mapping untuk mendukung pengembangan proyek dan kemitraan.
  • Mengembangkan dan memelihara project pipeline serta memastikan setiap peluang memiliki status, kebutuhan, next steps, dan responsible party yang jelas.
  • Mengidentifikasi peluang baru untuk replikasi dan scale-up model energi terbarukan berbasis koperasi.
F. Advocacy, External Representation & Knowledge Sharing
  • Mendukung stakeholder engagement, policy dialogue, dan positioning TERBIT melalui keterlibatan dalam forum strategis.
  • Menyiapkan briefing note, concept note, presentasi, dan materi stakeholder engagement sesuai kebutuhan.
  • Menyampaikan evidence, pembelajaran, dan capaian TERBIT kepada pemerintah, investor, donor, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Bekerja bersama tim Program, MEL, dan Communications untuk menerjemahkan evidence dan pembelajaran project menjadi narasi dan materi yang relevan.
  • Mendukung pengembangan public and institutional narrative serta materi advocacy TERBIT Phase II
5. Output Utama
A. Business & Investment
  1. Profil bisnis dan project opportunity koperasi terpilih.
  2. Business model dan investment proposition untuk Pathfinder Cooperative.
  3. Project financing pathway untuk proyek prioritas.
  4. Investment-readiness materials untuk 3–5 koperasi terpilih.
  5. Pemetaan calon investor dan lembaga pembiayaan yang relevan.
  6. Pelaksanaan kegiatan investment/partnership matchmaking.
  7. Dokumentasi qualified leads, partnership opportunities, dan tindak lanjut pembiayaan.
B. Project & Partnership Pipeline
  1. Project pipeline koperasi yang diperbarui secara berkala.
  2. Stakeholder mapping nasional dan daftar mitra strategis.
  3. Partnership pipeline dengan EPC, developer, financier, investor, dan development partners.
  4. Dokumentasi engagement, peluang kerja sama, dan komitmen/tindak lanjut stakeholder.
C. Knowledge & Advocacy
  1. Input terhadap modul dan tools bisnis PLTS berbasis koperasi.
  2. Input terhadap Practical Handbook TERBIT.
  3. Dokumentasi pembelajaran dari pengembangan Pathfinder.
  4. Input terhadap white paper, policy brief, dan materi advocacy TERBIT.
6. Key Performance Indicators / Success Indicators
Keberhasilan Project Officer akan diukur berdasarkan kontribusinya terhadap:
  • tersedianya qualified project pipeline dari koperasi terpilih;
  • meningkatnya business and investment readiness koperasi;
  • tercapainya kemajuan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility;
  • tercapainya kemajuan Pathfinder menuju project preparation melalui PPF;
  • terbentuknya kemitraan dengan EPC, developer, financier, investor, dan strategic partners;
  • tersedianya qualified financing and partnership opportunities yang dapat ditindaklanjuti;
  • meningkatnya engagement dengan stakeholder strategis di tingkat nasional; dan
  • tersedianya evidence dan pembelajaran yang dapat digunakan untuk replikasi dan scale-up TERBIT.
7. Reporting & Coordination
Project Officer akan bekerja di bawah koordinasi Project Manager/Project Lead TERBIT Phase II dan berkolaborasi erat dengan tim Program, MEL, Communications, Finance/Operations, serta konsultan teknis dan mitra eksternal.
Posisi ini akan berkoordinasi secara langsung dengan koperasi, pemerintah, sektor swasta, EPC/developer, lembaga pembiayaan, investor, development partners, dan pemangku kepentingan lainnya sesuai kebutuhan project.
8. Kualifikasi & Pengalaman
Persyaratan Utama
  • Pendidikan minimal S1 di bidang:
    • Bisnis/Manajemen;
    • Ekonomi;
    • Studi Pembangunan;
    • Kebijakan Publik;
    • Energi; atau
    • bidang relevan lainnya.
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 2–5 tahun dalam satu atau lebih bidang berikut:
    • business development;
    • partnership development;
    • project development;
    • investment facilitation;
    • stakeholder engagement;
    • renewable energy;
    • sustainable business; atau
    • sektor pembangunan.
  • Memiliki pengalaman melakukan engagement dengan pemerintah tingkat nasional, sektor swasta, investor, lembaga keuangan, atau development partners.
  • Memiliki pengalaman atau pemahaman praktis mengenai business model development, project development, partnership development, dan investment readiness.
  • Memiliki kemampuan dasar dalam memahami project economics, financial assumptions, financing structures, dan investment requirements.
  • Memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, presentation, dan relationship management yang kuat.
  • Mampu menerjemahkan konsep teknis maupun pembangunan yang kompleks menjadi business proposition yang sederhana, jelas, dan menarik.
  • Mampu bekerja secara mandiri, proaktif, dan berorientasi pada pencapaian target.
  • Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan baik.
Diutamakan
  • Memiliki pengalaman di sektor:
    • energi terbarukan;
    • climate finance;
    • koperasi;
    • rural development;
    • productive use of energy;
    • sustainable finance; atau
    • community development.
  • Memiliki pengalaman bekerja dengan:
    • kementerian/lembaga pemerintah;
    • BUMN/PLN;
    • lembaga pembiayaan;
    • investor;
    • asosiasi bisnis;
    • EPC/developer; atau
    • development partner.
  • Memiliki pengalaman dalam investment matchmaking, partnership facilitation, project preparation, atau financing facilitation.
  • Memahami pengembangan dan pembiayaan proyek PLTS.
  • Memiliki pengalaman menyusun business proposal, investment deck, project profile, atau dokumen sejenis.
  • Memiliki pengalaman bekerja dalam proyek energi, iklim, pembangunan berkelanjutan, atau program berbasis masyarakat.
9. Kompetensi yang Dicari
Kandidat yang ideal diharapkan memiliki:
  • Commercial mindset – mampu melihat peluang bisnis dan mengembangkan value proposition.
  • Relationship building – mampu membangun dan menjaga hubungan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan.
  • Ownership & initiative – proaktif mencari peluang dan mendorong tindak lanjut tanpa selalu menunggu arahan.
  • Analytical thinking – mampu menganalisis peluang, risiko, dan kelayakan awal suatu proyek.
  • Negotiation & influencing – mampu membangun kesepakatan dan memengaruhi pemangku kepentingan secara konstruktif.
  • Communication & pitching – mampu menyampaikan ide dan business proposition secara jelas dan persuasif.
  • Cross-functional collaboration – mampu bekerja dengan tim program, teknis, MEL, communications, dan mitra eksternal.
  • Adaptability – mampu bekerja dalam lingkungan project development yang dinamis dan berkembang.
10. Durasi & Lokasi Kerja
Posisi: Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement
Project: TERBIT Phase II – Cooperative-led Renewable Energy Model
Durasi: Menyesuaikan periode project dan kebijakan Rumah Energi
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Mobilitas: Membutuhkan perjalanan dinas secara berkala ke lokasi project dan berbagai lokasi engagement stakeholder di Indonesia.

Aplikasi dan CV dikirimkan ke email hrd@rumahenergi.org selambatnya tanggal 26 Agustus 2026. 

[newdevjobsindo] GIZ Indonesia&ASEAN for Resilient Nature Cluster anchored to PROMANGROVEPEAT Project: Advisor for Peatland Protection & Management Policy & Strategic Planning & Project Liaison officer

The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH is an international cooperation enterprise for sustainable development with worldwide operations on behalf of the German Government. We work to shape a future worth living in over 120 countries around the world. 

As part of the Indonesia–Germany cooperation in reducing emissions from the forestry sector and improving the livelihoods of rural communities, a project titled Peatland Management and Rehabilitation has been implemented. The project aims to strengthen planning and implementation capacities for rehabilitating peatland ecosystems and mangrove forests in East Kalimantan and North Kalimantan.

The project integrates policy advisory services and capacity development measures, with activities carried out at the macro, meso, and micro levels, including pilot initiatives. At the national level, policy advice is delivered in close collaboration with the Ministry of Environment.

The project is expected to deliver the following key outputs:

  • Integrated protection and sustainable management of peat and mangrove ecosystems in the North Kalimantan and East Kalimantan.
  • Improved land use systems and practices for peat and wetland ecosystems.
  • Applied research findings and field-based experiences that are documented and disseminated at local, national, and international levels through the Ministry of Environment. 

To support this project, GIZ is currently recruiting one (1) Indonesian candidate for the following position:  

Advisor for Peatland Protection and Management Policy

and Strategic Planning and Project Liaison officer

(SAP title: Advisor) 

A.    Core Task 

In your role you are responsible for the technical, substantive and organizational implementation of a project’s measures and activities. In consultation with your line manager, you also assume tasks related to planning, steering and monitoring the project, including project administration tasks in some cases. You are also responsible for providing specialist support to colleagues I bands 2 and 3 and ensure the quality of the commission’s outcomes. 

In addition, you contribute to the conceptual design of the project, in particular its modifications or realignment. 

You make technical and substantive contributions to overarching issues in cooperation with commissioning parties/clients, partners and other actors and thereby support the achievement of the agreed objectives of the respective of the project and provide impetus for further strategy development. 

In coordination with the country director and your line manager, you also use your contacts for the acquisition of the contracts on behalf of the company. 

In consultation with your team colleagues and line managers, you also coordinate all issues within your area of work and ensure that they are dealt with promptly and competently. You resolve problems that arise in your area of responsibility on the basis of existing rules and draw attention to more complex challenges in your team. 

You are involved in ongoing process development within your remit, are responsible for knowledge management and prepare and share documentation. If required, you also support other experts in familiarizing themselves with and performing their tasks. 

You perform the tasks assigned to you by your line manager, where required.  

B.    Main Activities 

In close cooperation with the principal adviser of the PROMANGROVEPEAT project, the incumbent is responsible for:

  • Coordination of Project activities with the implementing agencies according to the overall objectives of GIZ engagement in the resilient nature cluster.
  • Coordination of overall Project activities with other relevant government agencies at national, provincial and district level, local and international organizations, GIZ office Jakarta and other GZ-supported projects
  • Maintenance of good communication and flow of information among all involved institutions and organizations especially related to communication between subnational levels in the overall Project
  • Promoting and mainstreaming the results and experiences of the overall Project within the Project executing agencies (Direktorat PPEG - KLH, Directorate International Cooperation (KLN) and among all other involved institutions and organizations’
  • Professional Advisor services: Provide professional support and advice in particular with regard to the elaboration of policy recommendations and the development and implementation of sector strategies
  • Networking and Cooperation: Co-operate with and maintain-regular contacts with both project executing- agencies on national level and its departments, other relevant government agencies at all levels, local communities, relevant local and international organizations, non-governmental bodies and persons within the project environment as well as with other projects in order to enhance and maintain good working relationships and smooth implementation of project activities
  • Knowledge Management: Compile information about policies and sector strategies of the Project executing agencies and ensure knowledge transfer from national level to local level
  • Management and Coordination task and other duties/additional tasks such as: Coordinate counterpart contributions according to the requirements of Project implementation 
The brief profile is not intended to provide a full and complete description. 
 
  1. Required qualifications, competences and experience 

Qualifications

                     Masters/MSc or doctorate in an area that is related to Project objectives with a focus on a relevant field

Professional experience          

                     10 years' professional experience, with at least 10 years’ professional experience in a comparable position with the government of Indonesia

Other knowledge, additional competences

                     A proven track record in a managerial position

                     Fluent written and oral knowledge of English preferably with a working knowledge of German 

                    Willingness to upgrade skills as required by the tasks to be performed 

Duty Station: Jakarta

Joining Date: ASAP

Direct Supervisor: Project Lead 

Please submit your motivation letter and comprehensive resume with GIZ template attached (including training and list of references) to recruitment-indo@giz.de by 1 September 2026 with subject line PROMANGROVEPEAT – Liaison Advisor 

Please name your file as follow format:

[Your Complete Name]_[Motivation Letter/CV/Latest Education Certificate] (i.e: Nakula Sadewa_CV or Nakula Sadewa_Motivation Letter or Nakula Sadewa_Reference) 

 

Only short-listed candidates will be notified.


[newdevjobsindo] Vacant Position : PROJECT OFFICER – BUSINESS DEVELOPMENT & STRATEGIC STAKEHOLDER ENGAGEMENT YAYASAN RUMAH ENERGI

 
1. Latar Belakang
Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan, penguatan ketahanan masyarakat, dan peningkatan mata pencaharian berkelanjutan. Melalui berbagai program, Rumah Energi telah memiliki pengalaman dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat, pemberdayaan koperasi, serta productive use of energy di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui TERBIT Phase I, Rumah Energi telah membangun fondasi untuk memposisikan koperasi sebagai salah satu aktor penting dalam pengembangan energi terbarukan. Implementasi Phase I menunjukkan bahwa koperasi memiliki potensi untuk mengintegrasikan teknologi energi terbarukan dengan kegiatan ekonomi produktif, sekaligus membangun model bisnis yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat.
Phase I juga memperkuat jejaring Rumah Energi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Koperasi, Kementerian ESDM, PLN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, lembaga pembiayaan, pengembang teknologi, serta mitra pembangunan. Salah satu pembelajaran utama Phase I adalah bahwa tantangan pengembangan energi terbarukan berbasis koperasi tidak hanya terletak pada aspek teknologi, tetapi juga pada kesiapan model bisnis, struktur pembiayaan, kesiapan investasi, dan koordinasi antaraktor dalam ekosistem
Berdasarkan pembelajaran tersebut, TERBIT Phase II diarahkan untuk bergerak dari tahap policy and ecosystem alignment menuju pengembangan pipeline proyek, penguatan kapasitas bisnis koperasi, project preparation, dan investment readiness.
Phase II menargetkan penguatan kapasitas 20–25 koperasi, identifikasi sedikitnya 5 koperasi berpotensi tinggi, serta pengembangan 3–5 koperasi hingga mencapai status verified pre-feasibility. Salah satu koperasi akan dikembangkan sebagai “Pathfinder” melalui Project Preparation Facility (PPF) untuk menunjukkan bagaimana proyek PLTS berbasis koperasi dapat dipersiapkan hingga memperoleh komitmen konkret dari calon pembiaya. 
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Rumah Energi membutuhkan seorang Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement yang memiliki kemampuan dalam pengembangan bisnis dan proyek, investment readiness, partnership development, serta pengelolaan hubungan strategis dengan pemangku kepentingan, khususnya pada tingkat nasional.
 
2. Tujuan Posisi
Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement bertanggung jawab mendukung implementasi TERBIT Phase II melalui penguatan business development, project development, investment readiness, partnership development, dan strategic stakeholder engagement untuk pengembangan energi terbarukan berbasis koperasi.
Secara khusus, posisi ini bertujuan untuk:
Menghubungkan potensi dan kebutuhan energi koperasi dengan peluang bisnis, mitra teknis, sumber pembiayaan, dan investor sehingga dapat dikembangkan menjadi proyek energi terbarukan yang layak, terstruktur, dan siap untuk ditindaklanjuti menuju pembiayaan.
Posisi ini terutama akan mendukung:
  • pengembangan Pathfinder Cooperative melalui PPF;
  • pengembangan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility;
  • pengembangan model bisnis energi terbarukan berbasis koperasi;
  • peningkatan investment readiness koperasi;
  • pembangunan jejaring dengan lembaga pembiayaan, investor, EPC, developer, dan mitra strategis;
  • pengembangan project and partnership pipeline; dan
  • penguatan posisi koperasi sebagai mitra implementasi dalam agenda transisi energi.
3. Scope of Work
Project Officer akan berperan sebagai penghubung antara koperasi, pemerintah, mitra teknis, sektor swasta, lembaga pembiayaan, investor, dan development partners dalam mengembangkan proyek energi terbarukan berbasis koperasi.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup identifikasi dan screening peluang proyek, pengembangan business case dan model bisnis, koordinasi project preparation, pengembangan kemitraan dan financing pipeline, engagement dengan calon investor dan financier, serta fasilitasi tindak lanjut hingga terbentuknya peluang kerja sama atau pembiayaan yang konkret 
4. Tanggung Jawab Utama
A. Project & Business Development
  • Mengidentifikasi dan menilai potensi pengembangan proyek energi terbarukan pada koperasi berdasarkan kebutuhan energi, potensi bisnis, kesiapan kelembagaan, pasar, dan peluang pengembangan proyek.
  • Mendukung penyusunan project concept, business model, business case, investment proposition, dan financing plan untuk koperasi terpilih.
  • Mendukung pengembangan Pathfinder Cooperative melalui proses project preparation dan PPF.
  • Berkoordinasi dengan tim teknis dan konsultan dalam memastikan aspek teknis, finansial, pasar, kelembagaan, dan risiko terintegrasi dalam pengembangan proyek.
  • Mendukung pengembangan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility.
B. Investment Readiness & Financing Facilitation
  • Mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan dan financing pathway untuk proyek terpilih.
  • Mendukung penyusunan investment-readiness materials, termasuk project profile, investment proposition, financing needs, dan materi presentasi kepada calon pembiaya.
  • Memetakan dan membangun hubungan dengan investor, lembaga pembiayaan, impact investor, development finance institution, dan potential funders.
  • Memfasilitasi investment matchmaking antara koperasi dan calon pembiaya atau mitra strategis.
  • Mendukung proses follow-up dan dokumentasi peluang pembiayaan hingga menghasilkan qualified leads, expressions of interest, atau bentuk komitmen lain yang dapat ditindaklanjuti.
C. Strategic Partnership & Stakeholder Engagement
  • Membangun dan menjaga hubungan strategis dengan pemerintah, regulator, PLN, koperasi, sektor swasta, EPC/developer, lembaga pembiayaan, investor, development partners, dan organisasi terkait lainnya.
  • Mengidentifikasi peluang kemitraan yang dapat mendukung pengembangan dan scale-up proyek energi terbarukan berbasis koperasi.
  • Mengembangkan dan mengelola partnership pipeline serta memastikan tindak lanjut atas peluang kolaborasi.
  • Mendukung negosiasi awal, koordinasi, dan penyusunan konsep kemitraan sesuai kebutuhan project.
D. Capacity Building
  • Mendukung penguatan kapasitas 20–25 koperasi dalam aspek business development, project design, business model development, financing, dan investment readiness.
  • Memberikan pendampingan lebih intensif kepada 3–5 koperasi terpilih dalam pengembangan proyek.
  • Berkontribusi dalam pengembangan tools, guidelines, dan modul bisnis PLTS berbasis koperasi.
  • Mendukung pengembangan kapasitas koperasi agar mampu berkomunikasi dan bernegosiasi dengan calon mitra dan pembiaya.
E. Stakeholder Mapping & Project Pipeline Development
  • Mengembangkan dan memperbarui stakeholder mapping untuk mendukung pengembangan proyek dan kemitraan.
  • Mengembangkan dan memelihara project pipeline serta memastikan setiap peluang memiliki status, kebutuhan, next steps, dan responsible party yang jelas.
  • Mengidentifikasi peluang baru untuk replikasi dan scale-up model energi terbarukan berbasis koperasi.
F. Advocacy, External Representation & Knowledge Sharing
  • Mendukung stakeholder engagement, policy dialogue, dan positioning TERBIT melalui keterlibatan dalam forum strategis.
  • Menyiapkan briefing note, concept note, presentasi, dan materi stakeholder engagement sesuai kebutuhan.
  • Menyampaikan evidence, pembelajaran, dan capaian TERBIT kepada pemerintah, investor, donor, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Bekerja bersama tim Program, MEL, dan Communications untuk menerjemahkan evidence dan pembelajaran project menjadi narasi dan materi yang relevan.
  • Mendukung pengembangan public and institutional narrative serta materi advocacy TERBIT Phase II
5. Output Utama
A. Business & Investment
  1. Profil bisnis dan project opportunity koperasi terpilih.
  2. Business model dan investment proposition untuk Pathfinder Cooperative.
  3. Project financing pathway untuk proyek prioritas.
  4. Investment-readiness materials untuk 3–5 koperasi terpilih.
  5. Pemetaan calon investor dan lembaga pembiayaan yang relevan.
  6. Pelaksanaan kegiatan investment/partnership matchmaking.
  7. Dokumentasi qualified leads, partnership opportunities, dan tindak lanjut pembiayaan.
B. Project & Partnership Pipeline
  1. Project pipeline koperasi yang diperbarui secara berkala.
  2. Stakeholder mapping nasional dan daftar mitra strategis.
  3. Partnership pipeline dengan EPC, developer, financier, investor, dan development partners.
  4. Dokumentasi engagement, peluang kerja sama, dan komitmen/tindak lanjut stakeholder.
C. Knowledge & Advocacy
  1. Input terhadap modul dan tools bisnis PLTS berbasis koperasi.
  2. Input terhadap Practical Handbook TERBIT.
  3. Dokumentasi pembelajaran dari pengembangan Pathfinder.
  4. Input terhadap white paper, policy brief, dan materi advocacy TERBIT.
6. Key Performance Indicators / Success Indicators
Keberhasilan Project Officer akan diukur berdasarkan kontribusinya terhadap:
  • tersedianya qualified project pipeline dari koperasi terpilih;
  • meningkatnya business and investment readiness koperasi;
  • tercapainya kemajuan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility;
  • tercapainya kemajuan Pathfinder menuju project preparation melalui PPF;
  • terbentuknya kemitraan dengan EPC, developer, financier, investor, dan strategic partners;
  • tersedianya qualified financing and partnership opportunities yang dapat ditindaklanjuti;
  • meningkatnya engagement dengan stakeholder strategis di tingkat nasional; dan
  • tersedianya evidence dan pembelajaran yang dapat digunakan untuk replikasi dan scale-up TERBIT.
7. Reporting & Coordination
Project Officer akan bekerja di bawah koordinasi Project Manager/Project Lead TERBIT Phase II dan berkolaborasi erat dengan tim Program, MEL, Communications, Finance/Operations, serta konsultan teknis dan mitra eksternal.
Posisi ini akan berkoordinasi secara langsung dengan koperasi, pemerintah, sektor swasta, EPC/developer, lembaga pembiayaan, investor, development partners, dan pemangku kepentingan lainnya sesuai kebutuhan project.
8. Kualifikasi & Pengalaman
Persyaratan Utama
  • Pendidikan minimal S1 di bidang:
    • Bisnis/Manajemen;
    • Ekonomi;
    • Studi Pembangunan;
    • Kebijakan Publik;
    • Energi; atau
    • bidang relevan lainnya.
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 2–5 tahun dalam satu atau lebih bidang berikut:
    • business development;
    • partnership development;
    • project development;
    • investment facilitation;
    • stakeholder engagement;
    • renewable energy;
    • sustainable business; atau
    • sektor pembangunan.
  • Memiliki pengalaman melakukan engagement dengan pemerintah tingkat nasional, sektor swasta, investor, lembaga keuangan, atau development partners.
  • Memiliki pengalaman atau pemahaman praktis mengenai business model development, project development, partnership development, dan investment readiness.
  • Memiliki kemampuan dasar dalam memahami project economics, financial assumptions, financing structures, dan investment requirements.
  • Memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, presentation, dan relationship management yang kuat.
  • Mampu menerjemahkan konsep teknis maupun pembangunan yang kompleks menjadi business proposition yang sederhana, jelas, dan menarik.
  • Mampu bekerja secara mandiri, proaktif, dan berorientasi pada pencapaian target.
  • Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan baik.
Diutamakan
  • Memiliki pengalaman di sektor:
    • energi terbarukan;
    • climate finance;
    • koperasi;
    • rural development;
    • productive use of energy;
    • sustainable finance; atau
    • community development.
  • Memiliki pengalaman bekerja dengan:
    • kementerian/lembaga pemerintah;
    • BUMN/PLN;
    • lembaga pembiayaan;
    • investor;
    • asosiasi bisnis;
    • EPC/developer; atau
    • development partner.
  • Memiliki pengalaman dalam investment matchmaking, partnership facilitation, project preparation, atau financing facilitation.
  • Memahami pengembangan dan pembiayaan proyek PLTS.
  • Memiliki pengalaman menyusun business proposal, investment deck, project profile, atau dokumen sejenis.
  • Memiliki pengalaman bekerja dalam proyek energi, iklim, pembangunan berkelanjutan, atau program berbasis masyarakat.
9. Kompetensi yang Dicari
Kandidat yang ideal diharapkan memiliki:
  • Commercial mindset – mampu melihat peluang bisnis dan mengembangkan value proposition.
  • Relationship building – mampu membangun dan menjaga hubungan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan.
  • Ownership & initiative – proaktif mencari peluang dan mendorong tindak lanjut tanpa selalu menunggu arahan.
  • Analytical thinking – mampu menganalisis peluang, risiko, dan kelayakan awal suatu proyek.
  • Negotiation & influencing – mampu membangun kesepakatan dan memengaruhi pemangku kepentingan secara konstruktif.
  • Communication & pitching – mampu menyampaikan ide dan business proposition secara jelas dan persuasif.
  • Cross-functional collaboration – mampu bekerja dengan tim program, teknis, MEL, communications, dan mitra eksternal.
  • Adaptability – mampu bekerja dalam lingkungan project development yang dinamis dan berkembang.
10. Durasi & Lokasi Kerja
Posisi: Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement
Project: TERBIT Phase II – Cooperative-led Renewable Energy Model
Durasi: Menyesuaikan periode project dan kebijakan Rumah Energi
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Mobilitas: Membutuhkan perjalanan dinas secara berkala ke lokasi project dan berbagai lokasi engagement stakeholder di Indonesia.

iklan banner


Top