Kerangka Acuan Kerja
Kegiatan 2.2.3b: Pekerjaan Riset Pasar Hasil Budidaya Perikanan Berkelanjutan
A. Latar Belakang
1.1 Konteks Program
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim dengan (BAPPENAS, 2014). Kawasan pesisir menjadi wilayah dengan kerentanan paling tinggi (Purifyningtyas & Wijaya, 2016). Dampak perubahan iklim berupa peningkatan muka air laut, perubahan suhu permukaan laut dan cuaca ekstrim mendorong peningkatan erosi laut, banjir, intrusi air laut, hingga hilangnya lahan basah dan cuaca ekstrim (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2009).
Kawasan pesisir Pekalongan dan Semarang selama lebih dari satu dasa warsa terakhir mengalami fenomena banjir air laut atau dalam bahasa setempat disebut rob yang parah. Rob adalah fenomena alam dimana air laut masuk ke wilayah daratan pada waktu permukaan air laut mengalami pasang. Intrusi air laut tersebut dapat melalui sungai, saluran drainase atau aliran bawah tanah (Noson, 2014 dalam (Purifyningtyas & Wijaya, 2016). Selain faktor iklim, rob juga diduga dipengaruhi penurunan muka tanah. Di Pekalongan, penurunan tanah mencapai 10-20 cm per tahun (Kompas, 2019) bahkan mencapai 34 cm per tahun di beberapa wilayah.
Fenomena rob telah menimbulkan kerugian infrastruktur, ekonomi, dan sosial (BINTARI, 2018). Bekerjasama dengan Friends of the Earth (FoE) Jepang, Yayasan BINTARI mengembangkan Program Peningkatan Tanggap Darurat dan Pemulihan Bencana Lingkungan (TANGGUH). Program ditujukan untuk mengurangi kerugian dan kerusakan akibat rob di Kabupaten dan Kota Pekalongan melalui peningkatan kapasitas tanggap darurat dan pemulihan bencana. Program ini terdiri dari 3 komponen yakni (1) Pendidikan kesiapsiagaan dan ketanggapdaruratan, (2) pemulihan infrastruktur dasar dan lingkungan, dan (3) pemulihan sosial ekonomi dan penghidupan pilihan.
1.2 Konteks Kegiatan
Pesisir Wonokerto Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu pesisir yang rentan terhadap abrasi dan kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim. Peningkatan muka dan gelombang laut telah menyebabkan pengurangan garis pantai dan kerusakan tambak bahkan permukiman. Sekitar 600 Ha tambak telah rusak baik sebagian maupun permanen. Dengan banyaknya tambak yang rusak akibat kenaikan muka air laut maka produktifitas budidaya tambak menurun. Sebagian tambak yang masih baik, digunakan untuk budidaya Udang Vanami dengan menebang Mangrove. Dengan semakin meningkatnya muka air laut, dikhawatirkan perikanan budidaya air payau akan hilang di sepanjang pantai Wonokerto.
Upaya perbaikan infrastruktur dan ekosistem telah diinisiasi untuk menangulangi atau setidaknya mengurangi kerusakan pantai. BINTARI telah mengembangkan konstruksi pelindung pantai berupa pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR) dan penanaman mangrove. Area-area yang telah terlindungi PEGAR, membuat mangrove dapat tumbuh baik. Sejalan dengan upaya itu, perikanan budidaya air payau diharapkan dapat diperbaiki produktifitas dan sekaligus memperbaiki ekosistem mangrove sehingga dapat menjadi penghidupan masyarakat yang berkelanjutan.
Dari hasil kajian yang telah dilakukan oleh tenaga ahli perikanan berkelanjutan pada awal 2023, pengembangan budidaya perikanan ikan payau berkelanjutan di Pesisir Wonokerto layak dilaksanakan. Hasil kajian merekomendasikan budidaya yang dikembangkan tersebut menggunakan metode silvofishery dengan komoditas kepiting bakau, ikan bandeng, ikan nilai, dan udang windu. Rekomendasi kajian akan diujicobakan di lokasi yang ditentukan dengan melibatkan kelompok tani tambak yang berpontesi di Pesisir Wonokerto. Hasil budidaya diharapkan dapat dipromosikan ke pasar sebagai hasil kegiatan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Untuk melihat potensi pasar yang menangkap hasil budidaya perikanan berkelanjutan, kajian potensi pasar perlu dilakukan sehingga kegiatan pengembangan budidaya perikanan payau berkelanjutan dapat diperluas guna perbaikan pesisir Wonokerto di masa depan.
B. Tujuan
Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan strategi pemasaran untuk produk-produk perikanan budidaya air payau berkelanjutan dari pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapai tujuan tersebut, konsultan setidaknya namun tidak terbatas melakukan kegiatan-kegiatan untuk menghasillkan:
1. Peta dan analisis rantai pasok produk perikanan budidaya air payau di pesisir wonokerto saat ini;
2. Pasar potensial dan persyaratan produk perikanan budidaya air payau yang dibutuhkan;
3. Strategi-strategi pemasaran untuk memenuhi/memanfaatkan potensi pasar.
C. Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari kajian ini meliputi dua deliverable, yakni:
1. Laporan Awal (Inception Report), berisi pendahuluan, metodologi kajian, dan rencana kerja. Dalam laporan ini juga mencantumkan instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data. Konsultan dapat memulai pengumpulan data hanya setelah memperoleh persetujuan program.
2. Strategi pemasaran hasil produksi perikanan berkelanjutan dengan potensi pasar yang telah diidentifikasi.
D. Metodologi Pelaksanaan
Untuk mencapai tujuan dan hasil kegiatan ini dan dengan mempertimbangkan lingkup dan metodologi pelaksanaannya konsultan melakukan kegiatan setidaknya namun tidak terbatas pada:
1. Review Literatur
Konsultan mereview penelitian-penelitian terdahulu tentang pemasaran produk perikanan budidaya berkelanjutan atau sejenisnya, termasuk penelitian dan dokumen yang dihasilkan program sebelumnya. Review literatur menjadi dasar untuk menyusun instrumen, identifikasi rantai pasok dan analisis selanjutnya.
2. Pengembangan Kerangka dan Instrumen Survey
Konsultan menyusun instrumen pengumpulan data yang dapat berupa survei dan atau wawancara, sesuai kebutuhan data. Konsultan menguji instrumen secara terbatas dan mendiskusikan instrumen kepada program.
3. Pengumpulan Data
Konsultan mengumpulkan data sesuai dengan kebutuhan menggunakan instrumen yang disepakati. Pengumpulan data dapat berupa:
- Survei
Konsultan dapat melakukan survei kepada pasar-pasar potensial yang ada di Kota, Kabupaten Pekalongan dan wilayah sekitarnya. Sebaran kelompok pasar perikanan yang ada dipetakan dengan mempertimbangkan kegiatan yang sudah ada. Survey juga untuk menggali syarat dan ketentuan memasok produk termasuk jenis komoditas, kualitas, jenis pengolahan, ukuran, minimal volume dan syarat/ketentuan lainnya.
- Wawancara
Melakukan wawancara dengan kelompok petani tambak dampingan atau petani tambak lainnya mengenai rantai pasok saat ini, potensi pemasaran lain, dan syarat dan ketentuan (dari hasil survei). Konsultan juga melakukan wawancara kepada pasar potensial minimal 3 (tiga) pasar potensial.
4. Analisis Data
Konsultan melakukan analisa data untuk menghasilkan peta dan rantai pasok produk budidaya perikanan saat ini, serta pasar potensial dan syarat/ketentuan. Konsultan melakukan analisis kesenjangan antara syarat/ketentuan memasok pasar potensial dengan kemampuan petani tambak. Berdasarkan analisis ini, konsultan mengembangkan alternatif-alternatif strategi pemasaran. Hasil analisis ditulis dalam draft strategi pemasaran.
5. Verifikasi dan Triangulasi
Konsultan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk memaparkan hasil analisis dan alternatif strategi pemasaran kepada program, kelompok petani tambak dan stakeholder lainnya. Masukan dan verifikasi dari peserta menjadi bahan penyempurnaan strategi pemasaran yang diusulkan.
E. Jadwal Kegiatan
Kegiatan dilakukan dalam kurun tiga bulan dari tengah Desember 2023 – Maret 2024. Rencana kegiatan secara rinci dapat diatur oleh konsultan dengan pemberitahuan kepada proyek.
| NO | KEGIATAN | Des 23 | Jan 24 | Feb 24 | Mar 24 |
| 1. | Kick-off Meeting | X |
|
|
|
| 2. | Review Literatur | XX |
|
|
|
| 3. | Mengembangkan Instrumen Pengumpulan Data | X | XX |
|
|
| 4. | INCEPTION REPORT |
| X |
|
|
| 5. | Pengumpulan Data |
| XX | XX |
|
| 6. | Analisis Data |
|
| XXXX |
|
| 7. | FGD |
|
|
| X |
| 8. | FINAL REPORT |
|
| XX | XX |
F. Kualifikasi Penyedia Barang
Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan konsultan baik individu maupun kelompok dengan kualifikasi sebagai berikut:
· Pendidikan S1 Ekonomi Manajemen, Administrasi Bisnis, atau sejenisnya;
· Memiliki pengalaman setidaknya tiga riset pasar selama lima tahun terakhir;
· Lebih disukai memiliki pengalaman bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah daerah
G. Nilai Kontrak dan Pembayaran
Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjukkan langsung dengan anggaran maksimal Rp. 20.000.000 (dua puluh juta) untuk survei dan analisis. Biaya survey dan travel selama riset bersifat reimburse. FGD dan pertemuan dengan narasumber akan ditanggung oleh program. Program akan menyediakan tenaga asisten pendamping selama pelaksanaan pengumpulan data dan penyelenggaraan FGD.
Pembayaran dilakukan sebagai berikut:
· Termijn I sebesar 40% dibayarkan setelah konsultan mengirimkan Inception Report.
· Termijn II sebesar 60% dibayarkan setelah pekerjaan dan laporan selesai dan diterima.
Calon konsultan yang berminat dapat mengirimkan CV kepada bintari.foundation@yahoo.co.id dengan Subjek "Konsultan Riset Pasar Hasil Budidaya Perikanan" atau melalui WA: 0815-7522-7768 selambat-lambatnya 17 Desember 2023
Jl. Tirto Agung Barat V No. 21
Kel. Pedalangan Kec. Banyumanik
Semarang 50268 INDONESIA
Telp. (024) 7640 1101




0 Comments:
Posting Komentar