NLR Indonesia adalah organisasi nirlaba nasional, anggota Aliansi NLR, yang berkomitmen mewujudkan Indonesia bebas ku sta dan konsekuensinya. Kami mendorong inklusi serta partisipasi aktif Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dan penyandang disabilitas dalam pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Hingga kini, Indonesia menempati urutan ketiga jumlah kasus kusta terbanyak di dunia (setelah India dan Brasil), tanpa penurunan signifikan selama 16 tahun terakhir. Padahal, kusta adalah penyakit menular yang bisa dicegah, namun bila tidak ditangani dapat menyebabkan disabilitas.
Sejak tahun 1975, Yayasan NLR Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendukung program penanggulangan kusta di 8 provinsi di Indonesia dan 40 Kabupaten/Kota. Selain itu, NLR Indonesia juga aktif mendorong penguatan sistem kesehatan, penanggulangan stigma dan diskriminasi, serta pemberdayaan OYPMK dan penyandang disabilitas melalui kerja sama erat dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas, sektor swasta, dan mitra internasional.
Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan pencegahan, perawatan, rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM), dan advokasi kebijakan, NLR Indonesia berupaya memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam pembangunan, termasuk mereka yang hidup dengan kusta maupun disabilitas.
Tentang Proyek BEN
Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mendorong inklusi anak dan remaja penyandang disabilitas (Children and Youth with Disabilities/CYWDs), khususnya di wilayah pedesaan dan daerah kurang terlayani. Walaupun kebijakan nasional sudah ada, kesenjangan implementasi tetap lebar, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, penghidupan, dan partisipasi sosial. Stigma, norma sosial, ketidaksetaraan gender, serta keterbatasan infrastruktur dan anggaran semakin memperburuk situasi, terutama bagi anak dan remaja perempuan dengan disabilitas.
Untuk menjawab tantangan ini, NLR Indonesia dengan dukungan Liliane Fonds memprakarsai Building Effective Networks (BEN). Proyek ini berfokus pada penguatan kolaborasi sistemik antar-aktor masyarakat sipil, pemerintah, organisasi penyandang disabilitas (DPO), sektor swasta, media, dan komunitas di tingkat nasional hingga lokal. Sasaran utama BEN adalah anak dan remaja penyandang disabilitas—termasuk mereka yang pernah mengalami kusta—hingga usia 25 tahun, terutama yang hidup dalam kemiskinan.
Visi BEN adalah:
"Masa depan di mana setiap anak dan remaja dengan disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta—tanpa memandang gender, usia, atau jenis disabilitas—dapat hidup bermartabat, mencapai potensi penuh, dan sepenuhnya inklusif dalam masyarakat."
Untuk mewujudkan visi tersebut, BEN mengembangkan empat strategi utama (Foundational Strategy):
- Kolaborasi Multi-sektoral Inklusif – membangun struktur kolaborasi lintas-aktor yang transparan dan berkesinambungan.
- Model Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) yang Holistik – berbasis data dan bukti, untuk mendorong kebijakan inklusif dan dapat direplikasi.
- Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi – guna memperluas akses, partisipasi, dan layanan bagi CYWDs.
- Penguatan Komunikasi Perubahan Perilaku dan Keterlibatan Komunitas – untuk mengurangi stigma, membangun relasi gender yang setara, dan mempromosikan layanan berbasis hak.
Berdasarkan landasan tersebut, Theory of Change mengidentifikasi tujuh jalur perubahan utama yang mendorong transformasi. Jalur-jalur ini merepresentasikan area intervensi kritis yang diperlukan untuk mengatasi hambatan, memajukan inklusi, dan meningkatkan kualitas hidup anak dan remaja dengan disabilitas. Setiap jalur terhubung dengan satu atau lebih domain dalam kerangka RBM, serta menyasar faktor pengungkit perubahan di tingkat individu, komunitas, dan sistem untuk memastikan dampak yang berkelanjutan.
Untuk mendukung Proyek BEN, NLR Indonesia membuka kesempatan kerja untuk posisi:
BEN Project Grant Officer – kode: BGO
Peran Utama
Grant Officer bertanggung jawab memastikan manajemen pengelolaan hibah yang transparan, akuntabel, dan sesuai aturan donor dalam proyek BEN. Tugas mencakup identifikasi dan assessment organisasi, penyusunan dan pengelolaan anggaran, pemantauan pengeluaran, mendukung mitra lokal dalam perencanaan serta pelaporan keuangan, serta memastikan kepatuhan donor melalui laporan yang tepat waktu dan berkualitas. Posisi ini juga berkontribusi pada pengembangan proposal dan fundraising untuk mendukung keberlanjutan program.
Status: PKWT (Full-Time Staff)
Lokasi Penempatan: Kantor (Jakarta) dengan perjalanan lapangan sesuai kebutuhan
Durasi: Januari-Desember 2026 (kontrak tahunan, dengan kemungkinan perpanjangan)
Tanggung Jawab Kunci
- Mengelola siklus penuh hibah (grant lifecycle) dari perencanaan anggaran hingga penutupan.
- Menyusun, merevisi, dan memantau anggaran proyek bersama tim program dan keuangan.
- Melakukan asesmen organisasi mitra (organizational assessment) untuk menilai kapasitas keuangan dan operasional, mengidentifikasi area perbaikan, serta menyusun rencana aksi bersama.
- Memberikan dukungan teknis keuangan bagi organisasi mitra, termasuk pelatihan dan mentoring.
- Menyiapkan laporan keuangan donor (bulanan, triwulan, tahunan) sesuai format dan ketentuan donor.
- Memantau kepatuhan mitra terhadap perjanjian hibah, prosedur organisasi, dan standar etika.
- Mengidentifikasi risiko keuangan serta menerapkan kontrol internal untuk mencegah penyalahgunaan dana.
- Berkontribusi pada penyusunan anggaran proposal dan dukungan engagement dengan donor.
Kualifikasi dan Kompetensi
- Pendidikan minimal S1 (Ekonomi/Keuangan, Administrasi Publik, Studi Pembangunan, atau bidang terkait). S2 menjadi nilai tambah.
- Pengalaman 3–5 tahun dalam grant management, donor reporting, atau koordinasi kemitraan di sektor pembangunan/kemanusiaan.
- Terbiasa bekerja dengan CSO, DPO, atau organisasi komunitas; pengalaman di isu disabilitas/CBR menjadi keunggulan.
- Kemampuan kuat dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran, pelaporan donor, serta pendampingan mitra.
- Keterampilan komunikasi, negosiasi, dan koordinasi yang baik; mahir Microsoft Excel & Word.
- Sikap proaktif, kolaboratif, berintegritas tinggi, serta berkomitmen pada prinsip inklusi dan akuntabilitas.
- Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan sangat baik (khususnya laporan donor).
- Bersedia melakukan perjalanan ke lokasi proyek.
- Kandidat penyandang disabilitas dan OYPMK sangat didorong untuk melamar.
Cara Melamar
Surat lamaran dan CV terbaru harap dikirim melalui email: recruitment@nlrindonesia.or.id dengan mengisi kolom "subjek" email dengan format ini: BGO_Nama.
Batas akhir pengiriman tanggal 5 Januari 2026.
NLR Indonesia menghargai keberagaman & inklusi. Kami mendorong semua kandidat yang memenuhi syarat untuk melamar, tanpa membedakan agama, ras, gender, orientasi seksual, maupun disabilitas. www.nlrindonesia.or.id




0 Comments:
Posting Komentar