Konservasi Indonesia adalah yayasan nasional yang bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia. Kami adalah mitra utama Conservation International di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.konservasi-id.org
Permintaan Proposal
Judul: Konsultan: Finance - Admin untuk Perkumpulan Petani Sawit Muara Batangtoru ( PSMB) dan Petani Sawit Jaya Lestari Saseba (SJLS). Jumlah Personil 2 orang
RFP No: 012/X/01/2025
Tanggal Penerbitan: 1 Oktober 2025
1. Latar Belakang
Konservasi Indonesia (KI) merupakan yayasan nasional yang berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan serta pelestarian lingkungan di Indonesia. Bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai mitra strategis, KI mengembangkan solusi inovatif berbasis alam serta menerapkan pendekatan pengelolaan bentang alam dan bentang laut yang terintegrasi. Tujuannya adalah menciptakan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam Indonesia.
Di Sumatra Utara, salah satu fokus utama KI adalah pemulihan ekosistem hutan melalui program restorasi dan produksi berkelanjutan. Kawasan hutan di Tapanuli Selatan dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, namun di sisi lain menghadapi ancaman serius, salah satunya deforestasi. Data menunjukkan bahwa pada periode 2000–2012, pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit menyumbang sekitar 12% dari total deforestasi atau setara dengan 77.298 hektare hutan yang hilang di wilayah tersebut.
Untuk menekan laju deforestasi sekaligus menjaga kelestarian biodiversitas, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Dinas Pertanian, bersama Konservasi Indonesia, sejak tahun 2018 telah melakukan pembinaan terhadap petani sawit mandiri di empat kecamatan sentra sawit. Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada penerapan Good Agricultural Practices (GAP) kelapa sawit, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan mengenai pentingnya menjaga hutan dan menjalankan berbagai kegiatan konservasi serta sertifikasi RSPO.
Hingga saat ini, sebanyak 804 petani sawit mandiri yang tergabung dalam Asosiasi Petani Sawit Muara Batang Toru (PSMB) dan Petani Sawit Jaya Lestari Saseba (SJLS) telah berhasil memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Keberhasilan ini memberikan dua manfaat nyata bagi petani, manfaat ekonomi: melalui penjualan kredit sertifikat RSPO yang menambah pendapatan petani, peningkatan produksi berdasarkan survei, produksi TBS (Tandan Buah Segar) meningkat rata-rata 20–25%.
Program pembinaan ini akan terus dilanjutkan dengan harapan asosiasi petani sawit mandiri dapat berkembang menjadi organisasi yang profesional, mampu meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan sawit berkelanjutan, sekaligus mengembangkan unit-unit bisnis yang menguntungkan bagi asosiasi dan anggotanya.
Sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas kelembagaan dan usaha petani sawit berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Perkumpulan Petani SJLS dan PSMB membutuhkan dukungan konsultan keuangan dan administratif yang kuat untuk mendukung kelancaran implementasi kegiatan di masing-masing perkumpulan, pencatatan dokumen, serta pelaporan harian dan bulanan.
Posisi konsultan keuangan dan administrasi diperlukan untuk memastikan pengelolaan dokumen program, arsip data, serta mendukung koordinasi dan pelaporan kegiatan secara rapi, sistematis, dan tepat waktu.
2. Gambaran Umum Proyek
Proyek ini merupakan bagian dari program pendekatan lanskap berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang berfokus pada perlindungan tata kelola bentang alam, inisiatif konservasi, restorasi ekosistem, serta produksi berkelanjutan. Tujuan utama proyek ini adalah untuk: meningkatkan volume minyak sawit berkelanjutan bersertifikat yang diproduksi di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan meningkatkan mata pencaharian petani sawit swadaya melalui peningkatan produktivitas dan akses terhadap kredit RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).
Melalui upaya ini, diharapkan dapat memperkuat daya saing petani kecil dengan beberapa manfaat utama, antara lain: peningkatan profitabilitas dan pendapatan petani, profesionalisasi bisnis pertanian skala kecil, dan peningkatan adopsi sertifikasi RSPO untuk kelapa sawit berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, proyek ini juga memprioritaskan pembangunan kapasitas kelembagaan, khususnya bagi dua asosiasi petani kecil yang terbentuk Asosiasi Petani Sawit Muara Batang Toru (PSMB) dan Petani Sawit Jaya Lestari Saseba (SJLS) – serta Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI) Tapsel yang dipimpin oleh pemerintah daerah.
Fokus penguatan kapasitas ini mencakup: pemberian dukungan berkelanjutan kepada petani sawit swadaya, mendorong hubungan yang konstruktif antara petani, pabrik kelapa sawit, dan pemerintah, menciptakan serta mempertahankan kondisi yang mendukung skala produksi minyak sawit berkelanjutan di tingkat kabupaten dengan pengembangan unit usaha assosiasi.
Dengan strategi ini, proyek diharapkan mampu menjadi model tata kelola lanskap berkelanjutan yang tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
3. Rincian Pengajuan
a. Batas akhir. Aplication harus diterima paling lambat tanggal 3 Desember 2025 pukul 17:00 WIB. Keterlambatan pengajuan tidak akan diterima. Aplication harus diajukan melalui e-mail ke grantcontractid@konservasi-id.org, ewidyastuti@konservasi-id.org dan dekarini@konservasi-id.org. Semua aplication harus diajukan sesuai dengan panduan yang tercantum dalam RfP ini.
b. Masa berlaku penawaran. 120 hari sejak batas akhir pemasukan penawaran.
c. Klarifikasi. Pertanyaan dapat disampaikan ke grantcontractid@konservasi-id.org, ewidyastuti@konservasi-id.org dan dekarini@konservasi-id.org paling lambat pada tanggal dan waktu yang ditentukan dalam jadwal di bawah ini. Subjek e-mail harus memuat nomor RfP dan judul RfP. KI akan menanggapi secara tertulis klarifikasi yang disampaikan paling lambat pada tanggal yang ditentukan dalam jadwal di bawah ini. Tanggapan terhadap pertanyaan yang mungkin menjadi kepentingan bersama semua penawar akan di-posting ke situs web KI dan/atau dikomunikasikan melalui e-mail.
d. Perubahan. Setiap saat sebelum batas akhir penyampaian aplication, KI dapat, dengan alasan apapun, mengubah dokumen RfP melalui perubahan yang akan di-posting di situs web KI dan/atau dikomunikasikan melalui e-mail.
4. Persyaratan Minimum
· Pendidikan minimal D3 Administrasi, Akutansi, Manajemen, atau bidang terkait.
· Pengalaman minimal 2 tahun dalam pekerjaan administratif dan dukungan program lapangan.
· Teliti, rapi, dan memiliki kemampuan organisasi dokumen yang baik.
· Memahami prinsip dasar akuntansi dan prosedur keuangan.
· Mampu menjaga akurasi data, catatan keuangan secara transparant dan akuntable.
· Mahir menggunakan perangkat lunak akuntansi, spreadsheet, dan aplikasi komputer lainnya. Mampu mengoperasikan komputer dan aplikasi dasar (Ms. Word, Excel, Google Workspace).
· Mampu mengelola berbagai tugas, menentukan prioritas, dan memenuhi tenggat waktu.
· Mampu berkomunikasi secara efektif dengan rekan kerja, donatur, dan pihak terkait.
· Mampu bekerja sama dalam tim dan berkolaborasi dengan orang lain.
· Mampu menjaga kerahasiaan informasi keuangan yang sensitif.
· Mampu bekerja secara mandiri maupun tim, dan siap melakukan perjalanan ke lokasi kegiatan.
· Bersedia bekerja dan tinggal di lokasi projek tempat assosiasi di Tapanuli Selatan
5. Lini masa
| Panggilan Permintaan Proposal/RfP – revised RfP | 18 November 2025 |
| Klarifikasi disampaikan ke KI | 25 November 2025 |
| Klarifikasi diberikan kepada penawar yang diketahui | 27 November 2025 |
| Tenggat waktu penyampaian aplication ke KI | 3 Desember 2025 |
| Wawancara (jika dibutuhkan) | 4 Desember 2025 |




0 Comments:
Posting Komentar