[newdevjobsindo] Lowongan NLR Indonesia: BEN Project MEL Officer (Kode: BMO) - Lowongan Kerja LSM NGO

Senin, 31 Agustus 2026

[newdevjobsindo] Lowongan NLR Indonesia: BEN Project MEL Officer (Kode: BMO)

Monitoring, Evaluation, and Learning 
BEN Project (BMO)


Tentang NLR Indonesia
NLR Indonesia adalah organisasi nirlaba nasional, anggota Aliansi NLR, yang berkomitmen mewujudkan Indonesia bebas ku sta dan konsekuensinya. Kami mendorong inklusi serta partisipasi aktif Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dan penyandang disabilitas dalam pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Hingga kini, Indonesia menempati urutan ketiga jumlah kasus kusta terbanyak di dunia (setelah India dan Brasil), tanpa penurunan signifikan selama 16 tahun terakhir. Padahal, kusta adalah penyakit menular yang bisa dicegah, namun bila tidak ditangani dapat menyebabkan disabilitas.
Sejak tahun 1975, Yayasan NLR Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendukung program penanggulangan kusta di 8 provinsi di Indonesia dan 40 Kabupaten/Kota. Selain itu, NLR Indonesia juga aktif mendorong penguatan sistem kesehatan, penanggulangan stigma dan diskriminasi, serta pemberdayaan OYPMK dan penyandang disabilitas melalui kerja sama erat dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas, sektor swasta, dan mitra internasional.
Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan pencegahan, perawatan, rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM), dan advokasi kebijakan, NLR Indonesia berupaya memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam pembangunan, termasuk mereka yang hidup dengan kusta maupun disabilitas.

Tentang Proyek BEN
Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mendorong inklusi anak dan remaja penyandang disabilitas (Children and Youth with Disabilities/CYWDs), khususnya di wilayah pedesaan dan daerah kurang terlayani. Walaupun kebijakan nasional sudah ada, kesenjangan implementasi tetap lebar, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, penghidupan, dan partisipasi sosial. Stigma, norma sosial, ketidaksetaraan gender, serta keterbatasan infrastruktur dan anggaran semakin memperburuk situasi, terutama bagi anak dan remaja perempuan dengan disabilitas.
Untuk menjawab tantangan ini, NLR Indonesia dengan dukungan Liliane Fonds memprakarsai Building Effective Networks (BEN). Proyek ini berfokus pada penguatan kolaborasi sistemik antar-aktor masyarakat sipil, pemerintah, organisasi penyandang disabilitas (DPO), sektor swasta, media, dan komunitas di tingkat nasional hingga lokal. Sasaran utama BEN adalah anak dan remaja penyandang disabilitas—termasuk mereka yang pernah mengalami kusta—hingga usia 25 tahun, terutama yang hidup dalam kemiskinan.

Visi BEN adalah:
"Masa depan di mana setiap anak dan remaja dengan disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta—tanpa memandang gender, usia, atau jenis disabilitas—dapat hidup bermartabat, mencapai potensi penuh, dan sepenuhnya inklusif dalam masyarakat."
Untuk mewujudkan visi tersebut, BEN mengembangkan empat strategi utama (Foundational Strategy):
  1. Kolaborasi Multi-sektoral Inklusif – membangun struktur kolaborasi lintas-aktor yang transparan dan berkesinambungan.
  2. Model Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) yang Holistik – berbasis data dan bukti, untuk mendorong kebijakan inklusif dan dapat direplikasi.
  3. Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi – guna memperluas akses, partisipasi, dan layanan bagi CYWDs.
  4. Penguatan Komunikasi Perubahan Perilaku dan Keterlibatan Komunitas – untuk mengurangi stigma, membangun relasi gender yang setara, dan mempromosikan layanan berbasis hak.
Berdasarkan landasan tersebut, Theory of Change mengidentifikasi tujuh jalur perubahan utama yang mendorong transformasi. Jalur-jalur ini merepresentasikan area intervensi kritis yang diperlukan untuk mengatasi hambatan, memajukan inklusi, dan meningkatkan kualitas hidup anak dan remaja dengan disabilitas. Setiap jalur terhubung dengan satu atau lebih domain dalam kerangka RBM, serta menyasar faktor pengungkit perubahan di tingkat individu, komunitas, dan sistem untuk memastikan dampak yang berkelanjutan.
Keempat Foundational Strategy akan dipersiapkan dan dikembangkan selama fase transisi (Juli–Desember 2025), sehingga proyek BEN dapat berjalan efektif sesuai dengan jalur perubahan (pathway) dan hasil (outcome) yang telah ditetapkan dalam kerangka proyek multi-tahunan.

Lowongan Pekerjaan
Untuk mendukung Proyek BEN, NLR Indonesia membuka kesempatan kerja dengan posisi berikut:
BEN Project MEL Officer – kode: BMO

Peran Utama
MEL Officer bertanggung jawab merancang, mengimplementasikan, dan menyempurnakan sistem Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL) proyek BEN. Peran ini memastikan data program dikumpulkan dan dianalisis secara sistematis, digunakan untuk pengambilan keputusan, serta menghasilkan pembelajaran untuk perbaikan berkelanjutan. MEL Officer juga mendorong pendekatan MEL yang partisipatif, inklusif, serta sensitif pada isu safeguarding dan etika penelitian.

Status: PKWT (Full-Time Staff)

Lokasi Penempatan: Kantor (Jakarta) dengan perjalanan lapangan sesuai kebutuhan

Durasi: Oktober-Desember 2026 (kontrak tahunan, dengan kemungkinan perpanjangan)

Tanggung Jawab Kunci
  • Mengembangkan dan mengelola kerangka MEL (ToC, logframe, indikator, dll.).
  • Mendesain dan menggunakan alat MEL yang partisipatif dan ramah disabilitas.
  • Mengkoordinasikan studi baseline, midline, dan endline dengan mitra/ahli.
  • Memastikan kualitas data lapangan, analisis, visualisasi, dan pelaporan donor.
  • Memfasilitasi refleksi, pembelajaran, dan review rutin bersama mitra dan pemangku kepentingan.
  • Mendokumentasikan cerita perubahan, praktik baik, dan produk pengetahuan.
  • Memperkuat kapasitas mitra (CSO/DPO, forum orang tua, jaringan pemuda) dalam MEL partisipatif.
  • Memastikan integrasi safeguarding, etika, dan perlindungan data dalam seluruh proses MEL.
Kualifikasi dan Kompetensi
  • Pendidikan minimal S1 (Ilmu Sosial, Statistik, Studi Pembangunan, Kesehatan Masyarakat, atau bidang terkait). S2/certifikasi MEL menjadi nilai tambah.
  • Pengalaman 3–5 tahun di bidang monitoring, evaluasi, learning, atau knowledge management pada program pembangunan/ kemanusiaan/ inklusif disabilitas.
  • Pengalaman menyusun kerangka MEL, indikator, serta melakukan studi baseline/endline.
  • Keterampilan analisis data (Excel, KoboToolbox, Power BI, SPSS) dan penulisan laporan.
  • Pengetahuan tentang ToC, logframe, RBM, serta prinsip etika dalam pengumpulan data.
  • Sikap reflektif, inklusif, proaktif, dengan komitmen pada transparansi dan akuntabilitas.
  • Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan sangat baik (khususnya laporan donor).
  • Bersedia melakukan perjalanan rutin ke lokasi proyek.
  • Kandidat penyandang disabilitas dan OYPMK sangat didorong untuk melamar.
Cara Melamar
Surat lamaran dan CV terbaru harap dikirim melalui email: recruitment@nlrindonesia.or.id
Batas akhir pengiriman tanggal 10 September 2026. Hanya calon yang memenuhi syarat yang akan dihubungi untuk proses selanjutnya.

NLR Indonesia menghargai keberagaman & inklusi. Kami mendorong semua kandidat yang memenuhi syarat untuk melamar, tanpa membedakan agama, ras, gender, orientasi seksual, maupun disabilitas.  www.nlrindonesia.or.id

0 Comments:

Posting Komentar

iklan banner


Top