1. Latar Belakang
Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan, penguatan ketahanan masyarakat, dan peningkatan mata pencaharian berkelanjutan. Melalui berbagai program, Rumah Energi telah memiliki pengalaman dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat, pemberdayaan koperasi, serta productive use of energy di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui TERBIT Phase I, Rumah Energi telah membangun fondasi untuk memposisikan koperasi sebagai salah satu aktor penting dalam pengembangan energi terbarukan. Implementasi Phase I menunjukkan bahwa koperasi memiliki potensi untuk mengintegrasikan teknologi energi terbarukan dengan kegiatan ekonomi produktif, sekaligus membangun model bisnis yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat.
Phase I juga memperkuat jejaring Rumah Energi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Koperasi, Kementerian ESDM, PLN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, lembaga pembiayaan, pengembang teknologi, serta mitra pembangunan. Salah satu pembelajaran utama Phase I adalah bahwa tantangan pengembangan energi terbarukan berbasis koperasi tidak hanya terletak pada aspek teknologi, tetapi juga pada kesiapan model bisnis, struktur pembiayaan, kesiapan investasi, dan koordinasi antaraktor dalam ekosistem.
Berdasarkan pembelajaran tersebut, TERBIT Phase II diarahkan untuk bergerak dari tahap policy and ecosystem alignment menuju pengembangan pipeline proyek, penguatan kapasitas bisnis koperasi, project preparation, dan investment readiness.
Phase II menargetkan penguatan kapasitas 20–25 koperasi, identifikasi sedikitnya 5 koperasi berpotensi tinggi, serta pengembangan 3–5 koperasi hingga mencapai status verified pre-feasibility. Salah satu koperasi akan dikembangkan sebagai “Pathfinder” melalui Project Preparation Facility (PPF) untuk menunjukkan bagaimana proyek PLTS berbasis koperasi dapat dipersiapkan hingga memperoleh komitmen konkret dari calon pembiaya.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Rumah Energi membutuhkan seorang Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement yang memiliki kemampuan dalam pengembangan bisnis dan proyek, investment readiness, partnership development, serta pengelolaan hubungan strategis dengan pemangku kepentingan, khususnya pada tingkat nasional.
2. Tujuan Posisi
Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement bertanggung jawab mendukung implementasi TERBIT Phase II melalui penguatan business development, project development, investment readiness, partnership development, dan strategic stakeholder engagement untuk pengembangan energi terbarukan berbasis koperasi.
Secara khusus, posisi ini bertujuan untuk:
Menghubungkan potensi dan kebutuhan energi koperasi dengan peluang bisnis, mitra teknis, sumber pembiayaan, dan investor sehingga dapat dikembangkan menjadi proyek energi terbarukan yang layak, terstruktur, dan siap untuk ditindaklanjuti menuju pembiayaan.
Posisi ini terutama akan mendukung:
- pengembangan Pathfinder Cooperative melalui PPF;
- pengembangan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility;
- pengembangan model bisnis energi terbarukan berbasis koperasi;
- peningkatan investment readiness koperasi;
- pembangunan jejaring dengan lembaga pembiayaan, investor, EPC, developer, dan mitra strategis;
- pengembangan project and partnership pipeline; dan
- penguatan posisi koperasi sebagai mitra implementasi dalam agenda transisi energi.
3. Scope of Work
Project Officer akan berperan sebagai penghubung antara koperasi, pemerintah, mitra teknis, sektor swasta, lembaga pembiayaan, investor, dan development partners dalam mengembangkan proyek energi terbarukan berbasis koperasi.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup identifikasi dan screening peluang proyek, pengembangan business case dan model bisnis, koordinasi project preparation, pengembangan kemitraan dan financing pipeline, engagement dengan calon investor dan financier, serta fasilitasi tindak lanjut hingga terbentuknya peluang kerja sama atau pembiayaan yang konkret
4. Tanggung Jawab Utama
A. Project & Business Development
- Mengidentifikasi dan menilai potensi pengembangan proyek energi terbarukan pada koperasi berdasarkan kebutuhan energi, potensi bisnis, kesiapan kelembagaan, pasar, dan peluang pengembangan proyek.
- Mendukung penyusunan project concept, business model, business case, investment proposition, dan financing plan untuk koperasi terpilih.
- Mendukung pengembangan Pathfinder Cooperative melalui proses project preparation dan PPF.
- Berkoordinasi dengan tim teknis dan konsultan dalam memastikan aspek teknis, finansial, pasar, kelembagaan, dan risiko terintegrasi dalam pengembangan proyek.
- Mendukung pengembangan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility.
B. Investment Readiness & Financing Facilitation
- Mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan dan financing pathway untuk proyek terpilih.
- Mendukung penyusunan investment-readiness materials, termasuk project profile, investment proposition, financing needs, dan materi presentasi kepada calon pembiaya.
- Memetakan dan membangun hubungan dengan investor, lembaga pembiayaan, impact investor, development finance institution, dan potential funders.
- Memfasilitasi investment matchmaking antara koperasi dan calon pembiaya atau mitra strategis.
- Mendukung proses follow-up dan dokumentasi peluang pembiayaan hingga menghasilkan qualified leads, expressions of interest, atau bentuk komitmen lain yang dapat ditindaklanjuti.
C. Strategic Partnership & Stakeholder Engagement
- Membangun dan menjaga hubungan strategis dengan pemerintah, regulator, PLN, koperasi, sektor swasta, EPC/developer, lembaga pembiayaan, investor, development partners, dan organisasi terkait lainnya.
- Mengidentifikasi peluang kemitraan yang dapat mendukung pengembangan dan scale-up proyek energi terbarukan berbasis koperasi.
- Mengembangkan dan mengelola partnership pipeline serta memastikan tindak lanjut atas peluang kolaborasi.
- Mendukung negosiasi awal, koordinasi, dan penyusunan konsep kemitraan sesuai kebutuhan project.
D. Capacity Building
- Mendukung penguatan kapasitas 20–25 koperasi dalam aspek business development, project design, business model development, financing, dan investment readiness.
- Memberikan pendampingan lebih intensif kepada 3–5 koperasi terpilih dalam pengembangan proyek.
- Berkontribusi dalam pengembangan tools, guidelines, dan modul bisnis PLTS berbasis koperasi.
- Mendukung pengembangan kapasitas koperasi agar mampu berkomunikasi dan bernegosiasi dengan calon mitra dan pembiaya.
E. Stakeholder Mapping & Project Pipeline Development
- Mengembangkan dan memperbarui stakeholder mapping untuk mendukung pengembangan proyek dan kemitraan.
- Mengembangkan dan memelihara project pipeline serta memastikan setiap peluang memiliki status, kebutuhan, next steps, dan responsible party yang jelas.
- Mengidentifikasi peluang baru untuk replikasi dan scale-up model energi terbarukan berbasis koperasi.
F. Advocacy, External Representation & Knowledge Sharing
- Mendukung stakeholder engagement, policy dialogue, dan positioning TERBIT melalui keterlibatan dalam forum strategis.
- Menyiapkan briefing note, concept note, presentasi, dan materi stakeholder engagement sesuai kebutuhan.
- Menyampaikan evidence, pembelajaran, dan capaian TERBIT kepada pemerintah, investor, donor, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya.
- Bekerja bersama tim Program, MEL, dan Communications untuk menerjemahkan evidence dan pembelajaran project menjadi narasi dan materi yang relevan.
- Mendukung pengembangan public and institutional narrative serta materi advocacy TERBIT Phase II
5. Output Utama
A. Business & Investment
- Profil bisnis dan project opportunity koperasi terpilih.
- Business model dan investment proposition untuk Pathfinder Cooperative.
- Project financing pathway untuk proyek prioritas.
- Investment-readiness materials untuk 3–5 koperasi terpilih.
- Pemetaan calon investor dan lembaga pembiayaan yang relevan.
- Pelaksanaan kegiatan investment/partnership matchmaking.
- Dokumentasi qualified leads, partnership opportunities, dan tindak lanjut pembiayaan.
B. Project & Partnership Pipeline
- Project pipeline koperasi yang diperbarui secara berkala.
- Stakeholder mapping nasional dan daftar mitra strategis.
- Partnership pipeline dengan EPC, developer, financier, investor, dan development partners.
- Dokumentasi engagement, peluang kerja sama, dan komitmen/tindak lanjut stakeholder.
C. Knowledge & Advocacy
- Input terhadap modul dan tools bisnis PLTS berbasis koperasi.
- Input terhadap Practical Handbook TERBIT.
- Dokumentasi pembelajaran dari pengembangan Pathfinder.
- Input terhadap white paper, policy brief, dan materi advocacy TERBIT.
6. Key Performance Indicators / Success Indicators
Keberhasilan Project Officer akan diukur berdasarkan kontribusinya terhadap:
- tersedianya qualified project pipeline dari koperasi terpilih;
- meningkatnya business and investment readiness koperasi;
- tercapainya kemajuan 3–5 koperasi menuju verified pre-feasibility;
- tercapainya kemajuan Pathfinder menuju project preparation melalui PPF;
- terbentuknya kemitraan dengan EPC, developer, financier, investor, dan strategic partners;
- tersedianya qualified financing and partnership opportunities yang dapat ditindaklanjuti;
- meningkatnya engagement dengan stakeholder strategis di tingkat nasional; dan
- tersedianya evidence dan pembelajaran yang dapat digunakan untuk replikasi dan scale-up TERBIT.
7. Reporting & Coordination
Project Officer akan bekerja di bawah koordinasi Project Manager/Project Lead TERBIT Phase II dan berkolaborasi erat dengan tim Program, MEL, Communications, Finance/Operations, serta konsultan teknis dan mitra eksternal.
Posisi ini akan berkoordinasi secara langsung dengan koperasi, pemerintah, sektor swasta, EPC/developer, lembaga pembiayaan, investor, development partners, dan pemangku kepentingan lainnya sesuai kebutuhan project.
8. Kualifikasi & Pengalaman
Persyaratan Utama
- Pendidikan minimal S1 di bidang:
- Bisnis/Manajemen;
- Ekonomi;
- Studi Pembangunan;
- Kebijakan Publik;
- Energi; atau
- bidang relevan lainnya.
- Memiliki pengalaman kerja minimal 2–5 tahun dalam satu atau lebih bidang berikut:
- business development;
- partnership development;
- project development;
- investment facilitation;
- stakeholder engagement;
- renewable energy;
- sustainable business; atau
- sektor pembangunan.
- Memiliki pengalaman melakukan engagement dengan pemerintah tingkat nasional, sektor swasta, investor, lembaga keuangan, atau development partners.
- Memiliki pengalaman atau pemahaman praktis mengenai business model development, project development, partnership development, dan investment readiness.
- Memiliki kemampuan dasar dalam memahami project economics, financial assumptions, financing structures, dan investment requirements.
- Memiliki kemampuan komunikasi, negosiasi, presentation, dan relationship management yang kuat.
- Mampu menerjemahkan konsep teknis maupun pembangunan yang kompleks menjadi business proposition yang sederhana, jelas, dan menarik.
- Mampu bekerja secara mandiri, proaktif, dan berorientasi pada pencapaian target.
- Menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan baik.
Diutamakan
- Memiliki pengalaman di sektor:
- energi terbarukan;
- climate finance;
- koperasi;
- rural development;
- productive use of energy;
- sustainable finance; atau
- community development.
- Memiliki pengalaman bekerja dengan:
- kementerian/lembaga pemerintah;
- BUMN/PLN;
- lembaga pembiayaan;
- investor;
- asosiasi bisnis;
- EPC/developer; atau
- development partner.
- Memiliki pengalaman dalam investment matchmaking, partnership facilitation, project preparation, atau financing facilitation.
- Memahami pengembangan dan pembiayaan proyek PLTS.
- Memiliki pengalaman menyusun business proposal, investment deck, project profile, atau dokumen sejenis.
- Memiliki pengalaman bekerja dalam proyek energi, iklim, pembangunan berkelanjutan, atau program berbasis masyarakat.
9. Kompetensi yang Dicari
Kandidat yang ideal diharapkan memiliki:
- Commercial mindset – mampu melihat peluang bisnis dan mengembangkan value proposition.
- Relationship building – mampu membangun dan menjaga hubungan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan.
- Ownership & initiative – proaktif mencari peluang dan mendorong tindak lanjut tanpa selalu menunggu arahan.
- Analytical thinking – mampu menganalisis peluang, risiko, dan kelayakan awal suatu proyek.
- Negotiation & influencing – mampu membangun kesepakatan dan memengaruhi pemangku kepentingan secara konstruktif.
- Communication & pitching – mampu menyampaikan ide dan business proposition secara jelas dan persuasif.
- Cross-functional collaboration – mampu bekerja dengan tim program, teknis, MEL, communications, dan mitra eksternal.
- Adaptability – mampu bekerja dalam lingkungan project development yang dinamis dan berkembang.
10. Durasi & Lokasi Kerja
Posisi: Project Officer – Business Development & Strategic Stakeholder Engagement
Project: TERBIT Phase II – Cooperative-led Renewable Energy Model
Durasi: Menyesuaikan periode project dan kebijakan Rumah Energi
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Mobilitas: Membutuhkan perjalanan dinas secara berkala ke lokasi project dan berbagai lokasi engagement stakeholder di Indonesia.
Project: TERBIT Phase II – Cooperative-led Renewable Energy Model
Durasi: Menyesuaikan periode project dan kebijakan Rumah Energi
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Mobilitas: Membutuhkan perjalanan dinas secara berkala ke lokasi project dan berbagai lokasi engagement stakeholder di Indonesia.




0 Comments:
Posting Komentar